BUKU TUNTUNAN IBADAH HAJI SESAT BIKIN HEBOH

::

Buku Tuntunan Ibadah Haji Menyesatkan Bikin Heboh Jumat 14 November 2008, Jam: 9:11:00 LEBAK (Pos Kota) – Warga Kabupaten Lebak, Banten, dihebohkan dengan beredarnya buku tuntunan ibadah haji yang isinya menyesatkan. Buku berjudul “Risalah Upacara Ibadah Haji” dengan tebal 86 halaman ini dikarang oleh Drs. H. Amos.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, langsung mengeluarkan fatwa yang menyatakan buku itu haram dibaca umat Islam.

Menurut KH Satibi Hambali, Ketua MUI Lebak, buku itu isinya menyebutkan ibadah haji sebagai ibadah menyembah berhala. Selain itu, ibadah haji juga disebut sebagai ibadah agama bangsa Arab. “Inikan sangat menyesatkan. Untuk itu kami meminta aparat menindak penerbit dan orang yang membagikan buku gratis tersebut,” pinta KH Satibi, Kamis (13/11).

.

TAK ADA NAMA PENERBIT

Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Lebak, Amat Saepudin mengatakan, buku yang tidak mencantumkan nama penerbit dan alamatnya ini mengutip beberapa ayat Alquran serta memutarbalikkan fakta tentang ibadah haji. Dia menghimbau masyarakat yang menemukan buku ini untuk mengembalikan kepada kejaksaan dan polisi.

Juru bicara Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Banten, Encep Saefudin menyatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk menarik buku itu, “Besok (Jumat) kami survei ke Lebak guna menarik buku itu,” kata Encep.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten, Firdaus Dewilmar, mengatakan jajarannya tengah melacak penyebaran buku yang diedarkan secara gratis itu. “Kami sudah terima laporannya, sedang kami selidiki.” (haryono/tommy/ds)

[http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=47401&ik=4 ]

::

BUKU PANDUAN HAJI SESAT BEREDAR DI SERANG

.

indosiar.com, Serang – Masyarakat Kabupaten Lebak Banten khususnya para calon haji dan keluarga gempar menyusul beredar buku panduan haji yang isinya menyesatkan. Temuan buku panduan ini membuat Depag Lebak Banten menyatakan buku ini sesat dan menghimbau masyarakat untuk menyerahkan ke kantor Departemen Agama.

Sejumlah buku panduan yang berjudul Upacara Ibadah Haji yang telah beredar di masyarakat ini beberapa diantaranya sudah diamankan petugas kantor Departemen Agama Lebak, Banten. Kepala Kantor Departemen Agama Lebak, Ahmad Saefuddin mengatakan, buku setebal 88 halaman ini dinyatakan sesat karena penafsirannya yang salah tentang Islam, ibadah sholat dan haji.

Buku karangan Haji Ramos ini salah satunya menjelaskan tentang ibadah haji yang merupakan upacara menyembah berhala dan bukan ibadah agama Islam. Isi buku ini langsung mendapat reaksi keras Majelis Ulama Indonesia.

Ketua MUI Lebak, Ahmad Satibi menghimbau masyarakat yang menemukan dan menyimpan buku terbitan tahun 1997 ini untuk menyerahkan ke kantor Departemen Agama terdekat karena dinilai bias merusak aqidah umat Islam. Sejumlah jamaah haji asal Lebak mengaku mendapatkan buku ini, tapi hingga saat ini belum ada jamaah yang bersedia memberikan keterangan. (Heni Murniati Supaidi/Sup)

[http://www.indosiar.com/news/fokus/76808/buku-panduan-haji-sesat-beredar-di-serang]

::

BUKU PANDUAN HAJI SESAT BEREDAR

.

Lebak-Surya-Masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dihebohkan dengan beredarnya buku tuntunan ibadah haji setebal 86 halaman yang isinya menyesatkan. Buku itu dibagikan secara gratis dan diletakkan di tempat-tempat umum. “Berdasarkan hasil rapat fatwa yang kami gelar tadi pagi (kemarin) di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), buku itu haram dibaca oleh umat Islam,” ujar Ketua MUI Lebak KH Satibi Hambali, Rabu (12/11).

Buku dengan judul Risalah Upacara Ibadah Haji itu oleh MUI Kabupaten Lebak dikategorikan sebagai buku yang sangat menyesatkan dan dapat memecah belah umat ataupun bangsa.

Menurut Satibi, dalam buku itu misalnya disebutkan ibadah haji sebagai ibadah menyembah berhala dan sebagai ibadah agama bangsa Arab.

“Ini kan sangat menyesatkan. Makanya, kami dari MUI meminta kepada aparat berwenang untuk mengusut dan menindak orang yang telah membagi-bagikan buku tersebut,” tuturnya.

Buku yang tidak jelas penerbit dan alamat penerbitnya tersebut juga mengutip beberapa ayat suci Al Quran. Juga memutarbalikkan fakta tentang ibadah haji dan ajaran Islam umumnya termasuk tentang Nabi Muhammad SAW.

“Diperkirakan pula nama Drs H Amos sebagai pengarang buku adalah nama palsu. Saya minta kepada umat Islam untuk tidak membaca buku itu yang diletakkan di tempat-tempat umum oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Satibi.

Sementara itu, dari Surabaya diberitakan, seorang calon haji (calhaj) asal Kota Malang bernama Dewi Masitah binti Sutomo, 56, ditunda keberangkatannya kemarin karena sakit ginjal dan liver. Dewi tergabung dalam kloter 22 Embarkasi Surabaya.

Kasubag Humas PPIH Embarkasi Surabaya, H Nawawi menjelaskan, Dewi seharusnya berangkat ke Tanah Suci pukul 14.30 WIB. Namun setelah diperiksa oleh dokter, penyakitnya tergolong serius.

“Akhirnya dokter kloter 22, yakni dr M. Junus DH memberikan rekomendasi agar keberangkatannya ditunda. Hal itu untuk memberi kesempatan kepada dia dirawat di RS Haji Surabaya,” katanya.

Nawawi menjelaskan, sebenarnya sejak berangkat dari Kota Malang kondisi Dewi masih baik. Diduga karena kelelahan dalam perjalanan ke Surabaya, kondisi kesehatannya menurun hingga penyakitnya kambuh. ant

[http://www.surya.co.id/web/Berita-Utama/Buku-Panduan-Haji-Sesat-Beredar.html]

::

BUKU PANDUAN HAJI SESAT BEREDAR

.

LEBAK – Polres Lebak, Banten, kini melakukan penyelidikan kasus beredarnya buku panduan haji yang dinilai sesat karena menyimpang dari ajaran Islam.

Buku setebal 86 halaman karangan H Amos itu dinilai bisa menimbulkan perpecahan sehingga pelaku harus dikenakan kasus pidana.

“Saat ini, kami sedang memeriksa salah satu ustad yang menerima buku sesat itu,” kata Kapolres Lebak AKBP Indra Gautama, tadi pagi.

Ia mengatakan, sampai saat ini pelaku penyebar buku panduan ibadah haji itu belum tertangkap. Tapi kemungkinan pelakunya masih berada di Banten. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami bisa meringkusnya,” katanya.

Buku panduan ibadah haji itu berdasarkan keterangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak dinyatakan sesat karena dalam buku itu di antaranya ditulis bahwa pelaksanaan ibadah haji merupakan penyembahan berhala.

Oleh karena itu, hingga kini petugas tengah mengembangkan kasus yang menggemparkan umat Islam di Kabupaten Lebak itu.

Menurut sejumlah saksi, penemuan buku sesat itu berawal dari salah satu pengemudi sepeda motor menyuruh anak-anak kecil agar memberikan buku panduan haji kepada seorang ulama atau kiai di Kecamatan Sobang dua pekan lalu.

Pengemudi sepeda motor itu ketika memberikan buku kepada anak-anak menggunakan helm tertutup dan mereka tidak turun dari motornya.

“Kami akan bekerja keras untuk menangkap pelaku pengedar buku sesat itu,” ujarnya. (j01/ann)

[http://www.waspada.co.id/berita/buku-panduan-haji-sesat-beredar.html]

::

Berita Terkait:

  1. Awas! Beredar Panduan Haji Menyesatkan
  2. Tipuan Kristen dalam Buku Panduan Haji Palsu
  3. Jawaban Tuntas terhadap hujatan Kristen dalam buku “Upacara Ibadah Haji Menyesatkan.”
Iklan