AWAS! BEREDAR PANDUAN HAJI MENYESATKAN

::

LEBAK, BPOST – Polisi tengah menyelidiki beredarnya buku panduan haji menyesatkan yang beredar di Kabupaten Lebak, Banten, baru-baru ini. Buku setebal 86 halaman karangan H Amos itu dikhawatirkan dapat menimbulkan reaksi negatif bagi umat Islam karena sebagian isinya menyebut bahwa ibadah haji merupakan penyembahan berhala dan wajib bagi bangsa Arab.

“Saat ini, kami sedang memeriksa salah satu ustad yang menerima buku sesat itu,” kata Kapolres Lebak AKBP Indra Gautama, kemarin.

Kapolres mengatakan, pelaku penyebar buku panduan haji menyesatkan itu belum tertangkap dan polisi menduga ia masih berada di Banten.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kami bisa meringkusnya,” katanya.

Buku panduan haji itu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak dinyatakan sebagai informasi menyesatkan dan polisi tengah mengembangkan kasus yang menggemparkan umat muslim di Lebak itu.

Menurut sejumlah saksi, buku itu dibawa oleh beberapa pengendara sepeda motor yang kemudian membagikannya kepada sejumlah anak-anak. Pengemudi motor itu meminta anak-anak tersebut memberikan buku-buku itu kepada seorang ulama atau kyai di Kecamatan Sobang dua pekan lalu.

Para pengedar buku itu tidak dikenali wajahnya karena menggunakan helm tertutup dan mereka tidak membukanya saat membagikan buku kepada anak-anak.

[http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/59677/755/]

::

BUKU PANDUAN HAJI MENYESATKAN BEREDAR DI BANTEN

By Republika Contributor

.

RANGKASBITUNG — Masyarakat Kabupaten Lebak, Banten, dihebohkan beredarnya buku tuntunan ibadah haji setebal 86 halaman, yang isinya menyesatkan, karangan Drs H. Amos, yang dibagikan secara gratis dan diletakkan di tempat-tempat umum.

“Berdasarkan hasil rapat fatwa yang kami gelar tadi pagi di kantor MUI, buku itu haram dibaca oleh umat Islam,” ujar Ketua MUI Lebak, KH Satibi Hambali, Rabu.

Buku dengan judul risalah “Upacara Ibadah Haji” itu oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, dikategorikan sebagai buku yang sangat menyesatkan dan dapat memecahbelah ummat maupun bangsa.

Menurut Satibi, dalam buku itu misalnya disebutkan ibadah haji sebagai ibadah menyembah berhala dan sebagai ibadah agama bangsa Arab. “Ini kan sangat menyesatkan. Makanya kami dari MUI meminta kepada aparat berwenang untuk mengusut dan menindak orang yang telah membagi-bagikan buku tersebut,” tuturnya.

Buku yang tidak jelas penerbit dan alamat penerbitnya tersebut juga mengutip beberapa ayat suci al-Quran dan memutarbalikkan fakta tentang ibadah haji dan ajaran Islam umumnya termasuk tentang Nabi Muhammad SAW.

Diperkirakan pula nama Drs H. Amos, adalah nama palsu pengarang buku tersebut. Saya minta kepada umat Islam untuk tidak membaca buku itu yang diletakkan di tempat-tempat umum oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Ketua MUI Lebak. -ant/ah

[http://www.republika.co.id/berita/13480.html]

::

BUKU UPACARA IBADAH HAJI MENYESATKAN BEREDAR DI LEBAK

.

Ahmad Zaini – Newsroom, Masyarakat Kabupaten Lebak, Banten dihebohkan dengan beredarnya buku upacara ibadah haji yang isinya cenderung menyesatkan.

Buku tersebut dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Meski di buku tertulis hanya untuk kalangan tertentu namun peredarannya sudah meluas.

Dihubungi ELSHINTA, Kamis (13/11) pagi ini, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Lebak, H. Amat Syaefudin menegaskan, buku tersebut berjudul “Upacara Ibadah Haji”.

“Setelah dibaca, buku tersebut antara lain berisi bahwa sholat sehari semalam hanya tiga kali dan bahkan ada yang mengatakan dua kali menurut Al Quran. Sementara yang mengatakan lima kali sehari semalam adalah keterangan Hadits. Sehingga dalam buku tersebut kedudukan Hadits lebih tinggi daripada Al Quran”, kata H. Amat.

Dengan bahasa tersebut Depag Lebak merasa keberatan dengan buku itu karena akan mengecohkan masyarakat.

Dalam buku tersebut juga menyebutkan bahwa ibadah haji merupakan penyebaran bangsa Arab dan menyembah berhala yang diikuti oleh umat Islam saat ini. Menurut H. Amat, secara tersirat buku itu mengajak kepada masyarakat luas, khususnya umat Islam untuk tidak melaksanakan ibadah haji.

Sehingga, tegas dia, tulisan dalam buku tersebut akan menyesatkan masyarakat. Masyarakat sendiri diimbau tidak mudah terprovokasi. (der)

[http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=60724]

::

BUKU HAJI SESAT

.

Swaramuslim.net – Sebuah buku tentang ibadah haji yang menyesatkan beredar di Kabupaten Lebak, Banten. Belum diketahui siapa yang mengedarkan buku tersebut. Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, buku tersebut bersampul warna hijau tanpa gambar. Pada sampul buku tertulis ibadah haji oleh H Amos.

Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Lebak, Amat Saefudin, membenarkan peredaran buku tersebut. Menurut Saefudin, buku itu berisi berbagai hal yang menyesatkan umat Islam. Hal-hal yang menyesatkan antara lain, di buku itu tertulis bahwa ibadah haji adalah penyembahan terhadap berhala. Kedudukan hadis juga disebutkan lebih tinggi dari Al Quran.

“Kita masih mencari tahu siapa pelaku penyebaran buku ini,” ujar Saefudin saat ditemui wartawan di kantornya, Jl Siliwangi, Lebak, Banten, Kamis (13/11/2008).

Saefudin menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah terkait peredaran buku tersebut. Salah satunya mengumpulkan penyuluh agama di seluruh desa di Kabupaten Lebak.

Buku tersebut diduga diedarkan oleh seorang pria yang menggunakan sepeda motor. “Pelakunya menggunakan sepeda motor. Dia memberikan buku itu kepada anak-anak kecil di dekat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sobang,” kata Ahmad Saefudin.

Ahmad mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Lebak. Dia berharap, polisi bisa segera mengungkap kasus ini sehingga tidak meresahkan masyarakat.

“Kita juga sudah melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak dan MUI Lebak,” ujar Saefudin.

[http://www.rumahbukuislam.com/berita.php?news=143]

::

Buku Haji Sesat di Lebak

PENGEDAR BUKU HAJI SESAT, PRIA BERSEPEDA MOTOR

Alamsyah – detikNews

.

Lebak – Peredaran buku ibadah haji menggegerkan warga Kabupaten Lebak, Banten. Buku tersebut diduga diedarkan oleh seorang pria yang menggunakan sepeda motor.

“Pelakunya menggunakan sepeda motor. Dia memberikan buku itu kepada anak-anak kecil di dekat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sobang,” kata Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kabupaten Lebak, Ahmad Saefudin di kantornya, Jl Siliwangi, Lebak, Banten, Kamis (13/11/2008).

Ahmad mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Lebak. Dia berharap, polisi bisa segera mengungkap kasus ini sehingga tidak meresahkan masyarakat.

“Kita juga sudah melaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak dan MUI Lebak,” ujar Saefudin.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah buku mengenai ibadah haji sesat beredar di Lebak. Buku bersampul hijau tanpa gambar tersebut berisi berbagai hal yang menyimpang dari ajaran Islam. Penyimpangan itu antara lain, ibadah haji merupakan penyembahan kepada berhala. Buku itu juga menyatakan kedudukan hadist lebih tinggi daripada Al Quran. (djo/nrl)

[http://www.detiknews.com/read/2008/11/13/112851/1036220/10/pengedar-buku-pria-bersepeda-motor]

::

Berita Terkait:

  1. Heboh Tuntunan Ibadah Haji Sesat
  2. Tipuan Kristen dalam Buku Panduan Haji Palsu
  3. Jawaban Tuntas terhadap hujatan Kristen dalam buku “Upacara Ibadah Haji Menyesatkan.”