TIPUAN KRISTEN DALAM BUKU PANDUAN HAJI PALSU

::

TEMPO Interaktif, Serang: Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Banten, Firdaus Dewilmar, mengatakan jajarannya melacak penyebar buku panduan haji yang meresahkan warga Kabupaten Lebak. Buku yang diedarkan secara gratis itu berisi tuntutan ibadah haji, salat dan puasa, yang berbeda dengan buku-buku panduan ibadah umat Islam selama ini. “Sedang kami selidiki buku itu,” kata Firdaus, Kamis (13/11).

Menurut Firdaus, dari laporan timnya di lapangan, buku tersebut tidak bisa dikategorikan panduan haji. Karena isinya selain masalah ibadah haji juga ibadah lain. “Jadi bukan panduan haji,” ujarnya.

Dalam dua hari ini  masyarakat Kabupaten Lebak dihebohkan beredarnya buku tuntunan ibadah haji setebal 86 halaman, yang isinya menyesatkan. Buku dikarang  Drs. H. Amos, yang dibagikan secara gratis dan diletakkan di tempat-tempat umum.

Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lebak sudah mendapatkan buku itu. “Berdasarkan hasil rapat fatwa buku itu haram dibaca oleh umat Islam,” ujar Ketua MUI Lebak, KH Satibi Hambali.

Buku dengan judul risalah Upacara Ibadah Haji  itu oleh MUI Kabupaten Lebak, dikategorikan sebagai buku yang sangat menyesatkan dan dapat memecahbelah umat maupun bangsa.

Menurut Satibi, dalam buku itu  disebutkan ibadah haji sebagai ibadah menyembah berhala dan sebagai ibadah agama bangsa Arab. “Ini  sangat menyesatkan. Kami dari MUI meminta  aparat berwenang  mengusut dan menindak orang yang  membagi-bagikan buku tersebut,” pintanya.

Buku yang tidak jelas penerbit dan alamat penerbitnya tersebut juga mengutip beberapa ayat suci Al Quran dan memutarbalikkan fakta tentang ibadah haji dan ajaran Islam umumnya termasuk tentang Nabi Muhammad SAW.   Diduga, nama pengarang buku, Drs H. Amos, adalah  palsu.

Mabsuti Ibnu M, Antara

[http://www.tempo.co.id/hg/wartahaji_serba_serbi/2008/11/13/brk,20081113-145748,id.html]

::

POLISI DIDESAK USUT BUKU PANDUAN HAJI SESAT

Fitra Iskandar – Okezone

.

JAKARTA – Sebuah buku berjudul “Risalah Upacara Ibadah Haji” membuat resah masyarakat Lebak Banten. Pasalnya, buku yang disebar secara gratis di sejumlah tempat umum itu, berisi ajaran haji yang menyimpang dari ajaran Islam.

Dalam buku itu disebutkan ibadah haji merupakan ibadah menyembah berhala dan ibadah bangsa Arab.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan, buku seperti itu dicurigai disebarkan oleh pihak yang ingin mengacaukan pelaksanaan program ibadah haji yang saat ini tengah berlangsung, terlebih pihak yang menyebarkan buku itu melakukan dengan cara sembunyi-sembunyi.

“Ini tidak boleh beredar ada pihak yang tak bertanggung jawab ingin mengacaukan,” tegas Amidhan, saat berbincang dengan okezone, Rabu (12/11/2008).

Dia meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut pelaku penyebaran buku yang menyesatkan itu karena, pelakunya telah melakukan tiga pelanggaran sekaligus.

“Yang pertama itu penipuan ini kejahatan, kriminal. Kedua, ini penghasutan agama, dan yang ketiga pelaku sengaja mengacaukan program nasional ibadah haji,” tandas Amidhan. Untuk itu dia meminta agar polisi segera mengusut kasus penyebaran buku tersebut. (fit)

[http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/12/1/163336/polisi-didesak-usut-buku-panduan-haji-sesat]

::

Berita Terkait:

  1. Awas! Beredar Panduan Haji Menyesatkan
  2. Heboh Tuntunan Ibadah Haji Sesat
  3. Jawaban Tuntas terhadap hujatan Kristen dalam buku “Upacara Ibadah Haji Menyesatkan.”