FATWA FORUM ‘ULAMA UMMAT MENGENAI PENGHINAAN TERHADAP ISLAM

.

MUQODIMAH

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim” [Qs. Al-Baqarah 193].

“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu; dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir” [Qs. Al-Baqarah 191].

“Dari Ibnu Abbas ra. bahwa ada seorang buta mempunyai ummul walad yang memaki-maki dan mencela Nabi SAW. Ia telah melarang ummul walad tersebut, namun dia tidak mau berhenti. Maka pada suatu malam ia ambil satu pacul yang tajam sebelah, lalu ia taruh diperutnya dan ia duduki, dan dengan itu ia bunuh dia, sampai yang demikian kepada Nabi SAW. maka sabdanya: Saksikanlah bahwa darahnya itu hadar” [Hadits Shohih, dirowikan Abu Daud dan An-Nasaai, dishohihkan oleh Al-Albani dalam Shohih Abu Daud No. 3665].

“Diriwayatkan dari Asy-Sya’bi dari Ali ra. bahwa seorang wanita Yahudi telah memaki Nabi SAW dan mencelanya, maka seorang lelaki mencekiknya hingga mati, maka Rosululloh SAW. membatalkan darahnya” [Hadits Shohih, dirowikan Abu Daud].

Menjelaskan ajaran suatu agama dengan secara sengaja disalahartikan – adalah penghinaan dan bersifat kriminal. Hal ini tampak jelas dalam buku-buku tulisan Pendeta Drs. H. A. Poernama Winangun, ceramah-ceramah Pendeta Dr. Suradi ben Abraham [keduanya beragama Kristen] dan brosur-brosur yang diterbitkan oleh Christian Centre Nehemia, Jl. Proklamasi 47 Jakarta Pusat. Dalam hal ini penghinaan mereka secara terbuka terhadap ALLOH SWT., Al-Qur’an dan Rosululloh SAW.

Akibat penghinaan mereka Ummat Islam telah sangat diresahkan, (“Jum’at”, No.311, 13/2/1998; “Jum’at”, No.312, 20/2/1998; “Abadi”, No. 36/Tahun I, 15 s/d 21/7/1999; “Jum’at”, No.384, 23/7/1999; “Panji Masyarakat” No.02/Tahun II, 27/4/1998; “Sabili”, No.24/Tahun VI, 16/6/1999; “Jum’at”, No.385, 30/7/1999; “Panji Masyarakat”, No.51/Tahun I, 13/4/1998; “Media Dakwah”, No.316 10/2000; dll), hal mana tanpa adanya tindakan hukum dari pemerintah atas kasus ini, dapat memicu lahirnya masalah yang lebih besar.

Sebagian kecil dari penghinaan-penghinaan yang dimaksud telah dikemukakan oleh:

1.       Pendeta Dr. Suradi ben Abraham dalam ceramah-ceramahnya. [Kaset-kaset rekamannya ada pada Forum ‘Ulama Ummat (FUU), Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) dan Redaksi majalah “Media Dakwah” Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat].

Menghina Nabi Muhammad SAW.; menyatakan bahwa Rosululloh SAW. sakit ayan.

Menghina Ummat Islam; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an, Ummat Islam seluruhnya, termasuk Rosululloh SAW., pasti dimasukkan ke dalam Neraka.

Menghina ALLOH SWT.; menyatakan bahwa berdasar Wahyu ALLOH dalam Al-Qur’an, Ummat Islam dihalalkan berzina.

Menghina ALLOH SWT.; menyatakan bahwa ALLOH terbuat dari batu hitam, disimpan di Ka’bah [hajarul aswad] dan bahwa hajarul aswad adalah berhala yang sengaja disisakan oleh Rosululloh SAW. untuk menjadi sesembahan Ummat Islam.

Penghinaan-penghinaan lain yang tidak mungkin dimuat seluruhnya di sini.

2.       Pendeta Drs. H. A. Poernama Winangun dalam buku-bukunya;

Menghina Nabi Isa AS; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., kedudukan Nabi Isa AS. sama dengan ALLOH SWT. [Buku “Upacara Ibadah Haji”, hal. 7-10].

Menghina Nabi Muhammad SAW; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., “Muhammad belum memperoleh keselamatan”. [Buku “Upacara Ibadah Haji”, Hal. 23-25].

Menghina Nabi Muhammad SAW.; menyatakan bahwa Nabi SAW. pernah memperkosa seorang gadis. [Buku “Upacara Ibadah Haji”, hal. 27-33].

Menghina Nabi Musa AS.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., ALLOH Yang Maha Sempurna tidak mengetahui kemampuan manusia. [Buku “Upacara Ibadah Haji”, hal. 38-40].

Menghina ALLOH SWT.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., Nabi Musa AS. lebih memiliki pengetahuan dibandingkan ALLOH SWT. [Buku “Upacara Ibadah Haji”, hal. 38-40].

Menghina Ummat Islam; menyatakan bahwa Ummat Islam memberhalakan Ka’bah. [Buku “Upacara Ibadah Haji”, hal. 49-51].

Menghina Sabda Rosululloh SAW.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., yang dipusakakan Nabi SAW. bukanlah Al-Qur’an dan Sunnah, melainkan Bibel dan Sunnah. [Buku “Riwayat Singkat dan Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad SAW”, Hal. 43-35].

Menghina ALLOH SWT., Al-Qur’an dan Nabi Isa AS.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an, Nabi Isa AS. adalah anak ALLOH SWT. [Buku “Isa Alaihisalam Dalam Pandangan Islam”].

Penghinaan-penghinaan lain yang tidak mungkin dimuat seluruhnya di sini.

3.       Brosur-brosur yang diterbitkan Christian Centre Nehemia dan diedarkan secara luas di kalangan Ummat Islam oleh lembaga yang sama.

Menghina Nabi Isa AS.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an, Nabi Isa AS., sama dengan ALLOH SWT., memiliki kekuasaan atas seluruh alam semesta. [Brosur “Membina Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama”].

Menghina Aqidah Islam; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an, yang dimaksud “Jalan yang lurus” [QS. 1:6] adalah Nabi Isa AS. [Brosur “Membina Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama”].

Menghina ALLOH SWT.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an, Nabi “Isa AS. adalah Roh Allah yang menjelma menjadi manusia yang sempurna”. [Brosur “Rahasia Jalan Ke Surga”].

Menghina Nabi Isa AS.; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., Nabi Isa AS. kedudukannya sama dengan ALLOH SWT., yaitu sebagai “Yang Maha Tinggi”. [Brosur “Rahasia Jalan Ke Surga”].

Menghina Aqidah Islam; menyatakan bahwa berdasar Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW., yang menyelamatkan manusia adalah rahmat dan rahmat yang dimaksud adalah Nabi Isa AS., sehingga hanya dengan memasuki agama Kristen maka manusia bisa selamat. [Brosur “Keselamatan”].

[Ketiga brosur tersebut di atas dibuka dan ditutup dengan kalimat “Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh” dan kalimat “Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”].

Menghina ALLOH SWT.; menyatakan “Yang bernama Allah itu adalah dewa”. [Brosur “Siapakah yang bernama Allah itu?”].

IS I

.

Menimbang;

Desakan dari berbagai kalangan Ummat Islam yang diajukan kepada Forum ‘Ulama Ummat.

.

Memperhatikan;

Ayat-ayat Al-Qur’an dan Sunnah Rosululloh SAW. mengenai kewajiban ber-jihad membela Islam dan Ummat Islam dari segala macam bentuk penghinaan.

Memutuskan;

Menetapkan;

Fatwa Forum ‘Ulama Ummat Mengenai Penghinaan Terhadap Islam:

  1. Berdasar Syari’at Islam mereka yang menghina Islam seperti Pendeta Suradi dan Pendeta Poernama Winangun layak dihukum mati.
  2. Pemerintah dituntut segera melaksanakan tindakan hukum untuk menghindari Ummat Islam mengambil tindakan sendiri.

.

Bandung, 7 Dzulqoidah 1421 H. (1  Februari  2001 M)

.

FORUM ‘ULAMA UMMAT INDONESIA,

.

Mengetahui,

.

(KH. ‘Athian ‘Ali Muhammad Da’i, MA.)

Ketua

.

(KH. M. Rusyad Nurdin)

Penasihat

.

Tulisan terkait:

  1. Fatwa Mati Untuk Pendeta Dan Penginjil
  2. Tafsir Sesat Orang Murtad
  3. Pelesetan Babi & Babu
  4. Pelesetan Kristen dan Babi
  5. Kami Bukan Ulama Karet
Iklan