SEORANG penginjil Kristen mengaku bernama Amin Al-Barokah menulis buku misi berjudul Al-Masih Wal-Masihin Fil-Qur’an (76 halaman). Dengan judul dan nama penulis yang  sangat Islami itu, sang penginjil berharap banyak umat Islam yang tergiring akidahnya menjadi pengikut Yesus (Kristen).

Dalam bab “Masihin Mengikuti Kebenaran Taurat dan Injil” halaman 50-52 Amin Al-Barokah mengutip 18 ayat Al-Qur’an yang diperalat sebagai legalitas keabsahan Alkitab (Bibel) dan kehebatan bani Israel. Ayat-ayat yang dikutip, di antaranya:

“Dan sungguh telah Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat), maka janganlah engkau di dalam keraguan menemuinya, dan Kami menjadikannya (Taurat) sebagai petunjuk bagi Bani Israil” (Qs. As-Sajdah 23).

“Hai Bani Israil, sungguh Kami melepaskan kamu dari musuh kamu, dan Kami telah berjanji dengan kamu di sebelah kanan bukit Thur itu dan Kami menurunkan manna dan salwa kepada kamu. Makanlah di antara yang baik-baik apa yang telah Kami rezekikan kepada kamu, dan janganlah melampaui batas padanya, menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa kemarahan-Ku, maka sungguh dia binasa” (Qs. Thaahaa 80-81).

Ayat-ayat tersebut dikomentari sebagai berikut:

“Taurat dan Injil adalah kitab yang memberi petunjuk kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus” (hal. 50). “Mengapa saudara kita kaum Ismail membenci umat pilihan Allah, yaitu Bani Israel dan Masihin? Apakah mereka sungguh tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa Bani Israel dan Masihin adalah umat yang dipilih Allah?” (hal. 52).

Jelaslah bahwa belasan ayat Al-Qur’an dalam satu bab ini disalahgunakan penginjil untuk melegalisir Alkitab (Bibel) dan Bani Israel.

>>>>Baca Selengkapnya>>>>>