JAKARTA Rencana Gereja Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat untuk mencanangkan Hari internasional membakar Al-Quran (International Burn a Koran Day)  untuk  untuk memperingati sembilan tahun tragedi WTC, tanggal 11 September mendatang mendapat tentangan dari sekelompok umat Kristiani di Indonesia.

Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) Indonesia menilai aksi yang dimotori oleh Pastur gereja Terry Jones tersebut sebagai rencana sinting.

…Jika rencana pembakaran Al-Quran tak dapat dihentikan, maka umat Kristen akan melakukan aksi gila dengan membakar kitab suci Kristen, yakni Bibel…

“Kami sebagai non Muslim sangat menentang tindakan gila itu,” tegas Koordinator Nasional GPP Damien Dematra saat bertemu dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Jakarta, Kamis (26/8/2010).

Tindakan itu, menurut dia, akan memberikan dampak tidak hanya kepada Islam, tapi juga agama lainnya. Kalaupun benar terjadi, lanjut Damien, bukan tidak mungkin perang agama akan terjadi di dunia. Sehingga, masing-masing agama akan melakukan aksi balas dendam dengan saling membakar kitab suci lainnya.

Jika rencana pembakaran Al-Quran tak dapat dihentikan, ditegaskan dia, maka umat Kristiani juga akan melakukan aksi gila lainnya. Karena itu, Damien dan rekan-rekannya mengatakan akan membakar kitab suci agama kristen, yakni Alkitab (Bibel).

“Saya orang Indonesia, saya cinta negeri ini dan saya akan memperjuangkan segala hal yang mengancam negeri ini. Indonesia dibangun oleh banyak budaya dan agama,” tandas Damien. [silum/voa-islam.com]