ROMA  – Vatikan mengatakan merasa bingung dan terkejut dengan laporan pada hari Selasa waktu setempat (21/9) bahwa otoritas Italia tengah menyelidiki kepala Bank Vatikan terkait dengan penyelidikan pencucian uang.

Kepala Institut Kinerja Agama (IOR), Ettore Gotti Tedeschi dan seorang pejabat lain dari Bank Vatikan termasuk yang ikut diselidiki oleh jaksa penuntut di Roma.

Polisi pajak juga secara preventif telah menyita 23 juta euro yang didepositkan IOR dalam sebuah rekening dari bank Milan, Credito Artigiano, cabang Roma.

Ini mengharuskan bank untuk memberitahu otoritas tentang transaksi yang melibatkan lembaga keuangan non-Uni Eropa seperti IOR.

Tapi dalam sebuah pernyataan, Vatikan mengatakan telah sangat terbuka, terkait dengan operasi IOR termasuk kontak reguler dengan otoritas bank sentral Italia.

“Karena itu Vatikan merasa bingung dan terkejut atas inisiatif kantor jaksa penuntut Roma,” bunyi pernyataan dari Vatikan.

Vatikan terutama menekankan bahwa informasi tentang transaksi yang diselidiki telah disediakan ke bank sentral Italia.

“Karena itu Vatikan mempercayai penuh kepala dan direktur umum IOR,” pernyataan itu menambahkan.

IOR menangani rekening Vatikan dan asosiasi Katolik lainnya menggunakan status lepas pantai Tahta Suci.

Di tahun 1982, IOR terlibat dalam runtuhnya bank Italia Banco Ambrosiano, di mana mereka menjadi pemegang saham besarnya.

Kepala IOR saat itu, Uskup Paul Marcinkus, berada dalam pertimbangan untuk dakwaan di tahun 1982 di Italia sebagai sebagai aksesori kebangkrutan, tetapi dilindungi oleh kekebalan diplomatik sebagai uskup Vatikan.

IOR akhirnya membayar lebih dari 240 juta dolar ke kreditor dalam kaitannya dengan perannya dalam kebangkrutan penipuan Banco Ambrosiano, bank swasta terbesar Italia saat itu.

Penyelidikan itu tentu bukan berita bagus bagi Paus Benedict XVI, yang baru kembali dari kunjungan selama empat hari ke Inggris di mana dia bertemu dengan korban pelecehan seksual dan menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa itu.

Terlebih lagi, kepala bank Gotti Tedeschi, seorang ekonom konservatif Italia dengan reputasi mentereng, baru ditunjuk setahun lalu untuk menggerakkan IOR ke arah transparansi yang lebih besar dan praktik bisnis yang lebih baik.

Kedua eksekutif itu dituduh melanggar legislasi tahun 2007 yang mengharuskan bank untuk mengungkapkan informasi tentang operasi keuangan.

Pengungkapan itu juga menyoroti Gotti Tedeschi, yang merupakan penunjukkan profil tinggi yang tak biasa untuk sebuah posisi di mana kerahasiaan dan profil rendah dihargai, terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Contohnya, dalam sebuah pidato bulan September tahun lalu sebelum penunjukannya sebagai kepala IOR, Gotti Tedeschi berargumen bahwa selain “ketergantungan hutang” AS, alasan utama untuk krisis finansial adalah bahwa orang-orang tidak mengikuti larangan Gereja Katolik  untuk KB, yang berujung pada penolakan kehidupan dan penindasan kelahiran anak.

Gotti Tedeschi, 65, senang mengatakan bahwa dirinya memiliki lima anak, “semuanya dari satu ibu yang sama”. Dia bekerja selama bertahun-tahun di Milan, ibukota finansial Italia. “Dia bangun sangat pagi, seperti biksu,” mengemudikan BMWnya ke tempat kerja, membaca koran di kantornya, kemudian menuju ke Mass di mana dia menjadi komunikan harian, setiap pagi.

Dia mengajar etika finansial di Sacred Heart University, Milan, dan pemikiran ekonominya tampak seperti campuran tak biasa dari konservatif dan kecenderungan liberal.

Di tahun 2007, dia menandatangani 13 poin manifesto yang dipimpin oleh mantan pemimpin Partai Radikal Italia yang mengusulkan 20% pajak datar, kredit pajak untuk perawatan kesehatan dan pendidikan dan pembebasan pajak untuk kerja lembur. (Suara Media)

ROMA (Berita SuaraMedia) – Vatikan mengatakan merasa bingung dan terkejut dengan laporan pada hari Selasa waktu setempat (21/9) bahwa otoritas Italia tengah menyelidiki kepala Bank Vatikan terkait dengan penyelidikan pencucian uang.Kepala Institut Kinerja Agama (IOR), Ettore Gotti Tedeschi dan seorang pejabat lain dari Bank Vatikan termasuk yang ikut diselidiki oleh jaksa penuntut di Roma.

Polisi pajak juga secara preventif telah menyita 23 juta euro yang didepositkan IOR dalam sebuah rekening dari bank Milan, Credito Artigiano, cabang Roma.

Ini mengharuskan bank untuk memberitahu otoritas tentang transaksi yang melibatkan lembaga keuangan non-Uni Eropa seperti IOR.

Tapi dalam sebuah pernyataan, Vatikan mengatakan telah sangat terbuka, terkait dengan operasi IOR termasuk kontak reguler dengan otoritas bank sentral Italia.

“Karena itu Vatikan merasa bingung dan terkejut atas inisiatif kantor jaksa penuntut Roma,” bunyi pernyataan dari Vatikan.

Vatikan terutama menekankan bahwa informasi tentang transaksi yang diselidiki telah disediakan ke bank sentral Italia.

“Karena itu Vatikan mempercayai penuh kepala dan direktur umum IOR,” pernyataan itu menambahkan.

IOR menangani rekening Vatikan dan asosiasi Katolik lainnya menggunakan status lepas pantai Tahta Suci.

Di tahun 1982, IOR terlibat dalam runtuhnya bank Italia Banco Ambrosiano, di mana mereka menjadi pemegang saham besarnya.

Kepala IOR saat itu, Uskup Paul Marcinkus, berada dalam pertimbangan untuk dakwaan di tahun 1982 di Italia sebagai sebagai aksesori kebangkrutan, tetapi dilindungi oleh kekebalan diplomatik sebagai uskup Vatikan.

IOR akhirnya membayar lebih dari 240 juta dolar ke kreditor dalam kaitannya dengan perannya dalam kebangkrutan penipuan Banco Ambrosiano, bank swasta terbesar Italia saat itu.

Penyelidikan itu tentu bukan berita bagus bagi Paus Benedict XVI, yang baru kembali dari kunjungan selama empat hari ke Inggris di mana dia bertemu dengan korban pelecehan seksual dan menyampaikan permintaan maafnya atas peristiwa itu.

Terlebih lagi, kepala bank Gotti Tedeschi, seorang ekonom konservatif Italia dengan reputasi mentereng, baru ditunjuk setahun lalu untuk menggerakkan IOR ke arah transparansi yang lebih besar dan praktik bisnis yang lebih baik.

Kedua eksekutif itu dituduh melanggar legislasi tahun 2007 yang mengharuskan bank untuk mengungkapkan informasi tentang operasi keuangan.

Pengungkapan itu juga menyoroti Gotti Tedeschi, yang merupakan penunjukkan profil tinggi yang tak biasa untuk sebuah posisi di mana kerahasiaan dan profil rendah dihargai, terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Contohnya, dalam sebuah pidato bulan September tahun lalu sebelum penunjukannya sebagai kepala IOR, Gotti Tedeschi berargumen bahwa selain “ketergantungan hutang” AS, alasan utama untuk krisis finansial adalah bahwa orang-orang tidak mengikuti larangan Gereja Katolik  untuk KB, yang berujung pada penolakan kehidupan dan penindasan kelahiran anak.

Gotti Tedeschi, 65, senang mengatakan bahwa dirinya memiliki lima anak, “semuanya dari satu ibu yang sama”. Dia bekerja selama bertahun-tahun di Milan, ibukota finansial Italia. “Dia bangun sangat pagi, seperti biksu,” mengemudikan BMWnya ke tempat kerja, membaca koran di kantornya, kemudian menuju ke Mass di mana dia menjadi komunikan harian, setiap pagi.

Dia mengajar etika finansial di Sacred Heart University, Milan, dan pemikiran ekonominya tampak seperti campuran tak biasa dari konservatif dan kecenderungan liberal.

Di tahun 2007, dia menandatangani 13 poin manifesto yang dipimpin oleh mantan pemimpin Partai Radikal Italia yang mengusulkan 20% pajak datar, kredit pajak untuk perawatan kesehatan dan pendidikan dan pembebasan pajak untuk kerja lembur. (rin/nk/pd)