Selain untuk ruang kelas, bekas gereja diharapkan menawarkan pelayanan kesehatan dan bantuan untuk pengungsi

Guna memperluas lahan pendidikan, sebuah sekolah Islam berusia 11 tahun membeli properti bekas gereja di wilayah Buechel, Louisville, AS.
Pihak Nur Islamic School mencapai kesepakatan dengan dewan perwalian pemilik bekas gereja Midlane Park Baptist Church untuk membeli properti itu dengan harga dengan harga 750.000 dolar AS. 

Dengan resminya pembelian ini, Nur Islamic School akan mempergunakannya sebagai perluasan sekolah, masjid dan sebuah pusat komunitas Islam. Gereja yang dibangun pada 1962 memiliki ruang untuk ibadah, ruang kelas dan kantor.

Pembelian bekas gereja ini memungkinkan pihak sekolah beroperasi dengan lebih bebas. Selama ini pihak sekolah beroperasi di sebuah rumah dan ruang kelas yang berpindah-pindah di Buechel Bank Road dan tempat sewa lain, ujar mantan ketua yang juga anggota dewan, Mustafa Mohamed.

Menurut Mustafa,  sekolah kemungkinan akan pindah ke gedung baru secara bertahap.
Langkah ini mencerminkan berkembangnya lembaga Islam di tingkat lokal. Saat ini sudah ada delapan masjid, beberapa di antaranya telah dibuka satu dekade lalu serta dua sekolah Islam.
Menurut Susan Clifton, seorang wali untuk jemaat gereja setempat, mengatakan,  Gereja Midlane Park Baptist  bergabung dengan Gereja Buechel Park Baptist pada bulan Februari lalu, yang awalnya  dibuat Gereja Midlane Park.
Midlane Park, menurut Clifton,  telah mencapai puncak kehadiran sekitar 175-200 di akhir 1970-an dan awal 1980-an. Namun baru-baru ini, gereja itu hanya memiliki sekitar 40 anggota aktif. Itupun, banyak dari mereka tua yang menyebabkan keputusan untuk bergabung.
“Semuanya berjalan baik-baik saja dalam negosiasi dengan sekolah Islam,” katanya.
Nur Islamic School memiliki sekitar 92 siswa mulai dari pra-sekolah sampai kelas 8. Menurut Mustafa, sekolah ini mengajarkan bahasa Arab dan studi Islam, al-Quran, juga subyek standar seperti membaca, menulis, matematika dan ilmu pengetahuan.
Banyak siswanya berasal dari keluarga dengan penghasilan rendah, dan sejumlah besar menerima pengajaran secara gratis.
Pendapatan keluarga yang umumnya rendah membuat pihak sekolah mengumpulkan dana yang cukup untuk membeli property. Tapi seorang dokter setempat member sumbangan yang signifikan.
“Kami menjual sebuah bangunan,” katanya, seraya menambahkan bahwa pelayanan gereja hidup melalui gereja Park Buechel.

Mustafa juga berharap untuk membuka sebuah pusat komunitas untuk menawarkan hal-hal seperti pelayanan kesehatan dan bantuan untuk pengungsi. Beberapa ribu pengungsi, banyak dari Muslim, sudah menetap di daerah Louisville dalam dua dekade terakhir. [courier-journal/cha/hidayatullah.com]