Ribuan pengungsi Muslim ditampung di gereja dan rumah-rumah Kristen. Akidah mereka terancam dimurtadkan. Kepedulian dan bantuan kaum Muslimin sangat diharapkan untuk aksi tanggap bencana, dakwah, dan penyelamatan akidah dari gerakan pemurtadan.

Meletusnya Merapi di Yogyakarta, menghancurkan ketenteraman warga  sehingga mereka menempuh eksodus dari tempat asalnya menuju barak-barak pengungsian yang ada di daerah Sleman, Klaten, Boyolali, Muntilan Magelang, dan sekitarnya. Musibah yang mereka rasakan, ternyata menjadi berkat tersendiri bagi pihak-pihak tertentu untuk menebarkan misi agama.

Ketika para pengungsi Merapi sedang terpuruk tertimpa musibah, mereka membutuhkan bantuan moril maupun material berupa pembinaan mental dan spiritual. Keterpurukan itu justru dimanfaatkan para misionaris untuk menyesatkan dan memurtadkan akieah umat Islam. Di balik bantuan materi yang diberikan kepada pengungsi, mereka susupkan misi kristenisasi.

Setelah indikasi pemurtadan di GOR Klaten dan di Gereja Katolik Paroki Kebonarum Klaten terendus para relawan muslim, Sabtu pagi (13/11/2010) terbongkar lagi gerakan pemurtadan di daerah Boyolali. Di sebuah gereja di belakang Pemkab Boyolali, sekitar 500 orang pengungsi Muslim ditampung di dalam gereja. Menurut seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya, di dalam gereja itu ada upaya kristenisasi terhadap ratusan pengungsi Muslim.

Informasi serupa juga diperoleh voa-islam.com di daerah lain. Sebuah gereja berjarak 3 km ke atas (ke barat) dari pasar Jatinom Klaten menampung para pengungsi Muslim, meski jumlahnya tak sebanyak jumlah pengungsi di gereja Kebonarum Klaten dan Boyolali.

Kasus berbeda terjadi di Muntilan Magelang. Di sini, para pengungsi Muslim ditampung di rumah-rumah warga Kristen. Sekitar 50 rumah Kristen, masing-masing menampung 15-20 pengungsi Muslim. Bisa dibayangkan, seandainya di rumah-rumah Kristen ini mereka benar-benar masuk dalam target kristenisasi, maka umat Islam akan kehilangan akidah 1.000 jiwa.

….seandainya mereka benar-benar masuk dalam target kristenisasi, maka umat Islam akan kehilangan akidah 1.000 jiwa….

Sebetulnya hal seperti ini harusnya tidak terjadi jika pemerintah bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika Merapi meletus. Toh, letusan Merapi juga sudah bisa diprediksi bahwa paling tidak, 2 tahun sekali Merapi akan meletus. Untuk itu, peran serta dan kepedulian kaum Muslimin sangat diharapkan demi keselamatan akidah para pengungsi Merapi dari incaran pemurtadan dan kristenisasi.

Kaum Muslimin bisa berdakwah, melawan pemurtadan dan terlibat dalam aksi tanggap bencana Merapi tanpa harus turun ke lokasi pengungsian, dengan menyalurkan dukungan dan donasi ke berbagai relawan Muslim, antara lain Kafilah Dakwah Ansharut Tauhid. [taz/Bekti Sejati]

Baca berita terkait:

  1. Ribuan Pengungsi Merapi Ditampung di Gereja, Akidah Terancam Dimurtadkan
  2. Astaghfirullah!! Musholla Pengungsi Dijadikan Panggung Maksiat.
  3. Salurkan Donasi Dakwah untuk Korban Merapi Melalui Kafilah Dakwah Ansharut Tauhid
  4. Pengungsi Merapi Tenangkan Batin dengan Shalat Berjamaah.
  5. Kunjungi Gereja, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum Dicurigai Dukung Kristenisasi.
  6. Di Tengah Musibah Merapi, Relawan PDIP Malah Gelar Dangdutan