Kristenisasi didaerah bencana Merapi kian norak dan kasar. Warga tida desa dikumpulkan di masjid untuk diberi bantuan. Tapi di masjid ini pengungsi Muslim diberkati dalam nama Tuhan Yesus.

Pola kristenisasi didaerah bencana Merapi di Magelang kian norak dan kasar. Setelah ditemukan kasus pembagian Injil di komunitas Islam, Selasa (30/111/2010) kemarin Relawan Masjid Indonesia menemukan kasus baru yang membuat geram kita. Tepatnya terjadi di tiga dusun yang berbeda, yakni di Dusun Kembar, Dusun Karang Gondang, dan Dusun Dukuh, ketiganya ada di desa Ngadipura, kecamatan Dukun, Magelang.

Setelah warga pulang dari barak pengungsian, mereka tinggal di dusun mereka sendiri. Kemudian ada pengumuman pembagian bantuan di Masjid. Warga pun kemudian berbondong-bondong kumpul di dalam Masjid. Setelah berkumpul, warga dibagi bantuan, antara lain nasi bungkus, beras, dan sembako lainnya. Juga diadakan acara untuk menghilangkan trauma bencana oleh Yayasan Citra Kasih dan Anak Nusantara Berbagi Kasih dari Jakarta dan Temanggung.

Terakhir di acara tersebut, dibagikan roti pemberkatan oleh Rohaniawan dan Relawan mereka, dan yang hadir di dalam Masjid semuanya diberkati atas nama Tuhan Yesus. Acara tersebut berlangsung di dalam Masjid, dan dihadiri oleh mayoritas warga yang beragama Islam. Inilah kelicikan mereka, disaat warga membutuhkan bantuan, mereka gunakan untuk melakukan pemurtadan, dan parahnya lagi dilakukan didalam Masjid.

Investigasi Relawan Masjid Indonesia, terjadi pola kristenisasi seperti ini di tiga dusun. Kasus ini diceritakan oleh warga didaerah tersebut, kepada Ust. Muhammad Jazir Asp. dari Relawan Masjid Indonesia setelah 1 pekan kejadian tersebut.

M. Fanni Rahman
Koordinator Relawan Masjid Indonesia,
Sekretariat : Masjid Jogokariyan, Jl. Jogokariyan 36 Jogja.
Cp. 085 228 44 6666, e-mail : abahhamzah@gmail.com