MINNESOTA – Salah satu bakal calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Michele Bachmann, dituduh sebagai anti-Katolik lantaran pernah bergabung dengan Gereja Salem Lutheran di Stillwater, Minnesota.

Gereja Salem Lutheran merupakan bagian dari Sinode Lutheran Evangelis Wisconsin (WELS). Sinode ini terdiri dari 1.300 kumpulan beranggotakan 400 jemaat. Ini merupakan sinode terkecil, namun paling konservatif dalam aliran Lutheran yang ada di Amerika.

Menurut Juru Bicara WELS, Joel Hochmuth, Bachmann telah menjadi jemaat geraja itu selama satu dekade. Namun, perempuan yang telah menyatakan pencalonannya pada Juni lalu dalam pemilihan presiden tahun depan itu sudah tidak ke gereja selama dua tahun.

Hingga saat ini, tim kampanye Bachmann belum berkomentar atas tudingan bahwa ia anti-Kristus. Tapi, dalam sebuah debat pada 2006, Bachmann menegaskan bahwa ia seorang Kristen dan mencintai Katolik. “Gereja saya (Gereja Salem Lutheran) tidak percaya Paus anti-Kristus, itu benar-benar salah,” katanya.

Dalam situs resminya, aliran Lutheran berkata, “Kami mengidentifikasi Vatikan sebagai anti-Kristus. Ini adalah penilaian sejarah berdasarkan kitab suci.” Menurut Hoctmuth, pandangan itu berlaku terhadap Tahta Suci Vatikan dan bukan atas diri Paus.

Ia meragukan apakah banyak anggota Sinode yang mengetahui soal doktrin Vatikan anti-Kristus itu. Hanya saja ia menegaskan doktrin itu merupakan prinsip teologis seperti yang diajarkan Martin Luther, seorang pembaru Protestan.

Aliran Lutheran mengajarkan keselamatan tiap orang berdasarkan kepercayaannya dan bukan atas kepatuhan terhadap gereja atau pemimpin mereka. [voa-islam.com/catholic News, Washington Post]

Iklan