Seorang biarawati India ditangkap atas tuduhan melakukan perdagangan anak dari sebuah panti asuhan yang dikelola oleh Suster-suster Misionaris Cinta Kasih (MC), sebuah kongregasi yang didirikan oleh Beata Teresa.

Suster Mary Elisa MC, seorang biarawati India dibebaskan dua hari lalu dengan jaminan menyusul penangkapannya pada 25 November di Panti Asuhan Prem Niwasa di Moratuwa, sekitar 18 kilometer selatan ibukota Kolombo.

Otoritas Perlindungan Anak Nasional (NCPA) menuduh Suster Elisa melakukan perdagangan anak dan pelanggaran lain yakni mendampingi kaum perempuan yang hamil diluar nikah, yang juga dikelola oleh para biarawati itu.

Beberapa warga asing bersama dengan 75 anak, 20 wanita hamil dan 12 ibu baru tersebut diduga hadir pada saat serangan 23 November.

Suster Elisa membatah tuduhan itu, dengan mengatakan rumah yang ia kelola tidak pernah terlibat dalam perdagangan anak dan para suster tidak pernah meminta uang untuk pekerjaan mereka.

Menurut NCPA, sekalipun tuduhan perdagangan itu terbukti tidak ditemukan, rumah itu masih melanggar hukum.

“Prem Niwasa terdaftar di bawah Departemen Pengawasan dan Pengasuh Anak untuk mengelola sebagai sebuah panti asuhan, bukan untuk mengurus ibu hamil di luar nikah,” kata Anoma Dissanayake, ketua departemen itu.

Serangan dan penangkapan telah menyebabkan kemarahan di kalangan pendukung panti  itu.

Menurut pemikir Buddhis terkemuka Dr. AT Ariyaratne para biarawati itu menyediakan perawatan yang sangat baik dan melayani luar biasa kepada anak-anak.

“Para suster memberi  cinta yang total dalam mengasuh anak-anak itu,”  kata pendiri Gerakan Sarvodaya itu.

Suster Elisa akan menghadap pengadilan pada 1 Desember, demikian Suster Johannes, Provinsial Kongregasi MC di Sri Lanka. [voa-islam.com]