Palsu0_pengantar-ayat

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah,” (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan” (Qs. al-Baqarah 79).
.
Terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa Alkitab (Bibel) sudah mengalami tahrif (pemalsuan dan revisi), para penginjil menganggapnya sebagai isapan jempol yang tidak ada buktinya.

Pendeta Josias Leindert Lengkong, rektor Institut Teologi Kalimatullah dalam makalah “Otentisitas Alkitab berdasarkan Kesaksian Al-Qur’an” mengatakan bahwa klaim Al-Qur’an tentang pemalsuan Alkitab (Bibel) sama sekali tidak berdasar.

“Agaknya sulit bagi pengeritik Alkitab untuk menentukan waktu, kapan Alkitab dirubah….. Dengan demikian, dugaan bahwa Alkitab telah dirubah tidak mempunyai dasar yang kuat” (hal. 25).
Sementara itu, terhadap orang-orang yang mengatakan Alkitab (Bibel) sudah dirubah dan diputarbalikkan, MH Finlay menantang dengan empat pertanyaan sebagai berikut:

“(1) Bukti apakah yang dapat Anda berikan untuk menyatakan pemutarbalikan itu? (2) Dapatkan Anda menyebutkan nama seseorang yang pernah melihat sebuah kutipan Alkitab yang berbeda dengan Alkitab kita sekarang ini? (3) Dapatkah Anda mengatakan pada zaman mana dalam sejarah pengubahan-pengubahan itu dilakukan? (4) Dapatkah Anda mengemukakan suatu alasan yang menyebabkan kejahatan seperti itu?
Oleh karena tidak ada bukti nyata yang pernah diberikan atas pertanyaan-pertanyaan seperti itu, maka tuduhan tentang pengubahan dan pemutarbalikan Alkitab merupakan dugaan saja” (M.H. Finlay, Tanya Jawab Mengenai Iman Kristen, Yayasan Kalam Hidup, Bandung, cet. ke-5, 1993, hal. 13-14).

Menanggapi tantangan para penginjil yang menyoal kebenaran Al-Qur’an itu, maka dalam bukunya “Dokumen Pemalsuan Alkitab,” Molyadi Samuel AM membeberkan bukti-bukti otentik beserta sebab-sebab dan saksi-saksi pemalsuan ayat dari para teolog Kristen sendiri. Menurutnya, bukti-bukti ini disaring dari ratusan data kepalsuan dari 89 Alkitab (Bibel) dari berbagai versi dan penerbitan yang berbeda-beda.

Dengan alasan efisiensi, Molyadi Samuel hanya menampilkan 46 bukti kepalsuan Alkitab dari lima versi Alkitab. Menurutnya, 46 bukti ini sudah cukup untuk mewakili ratusan bukti lainnya, dengan kesimpulan bahwa Alkitab milik umat Kristen yang ada saat ini adalah Kitab Suci palsu, meski ada beberapa kebenaran yang bercampur aduk di dalamnya.

Beberapa bukti kepalsuan Alkitab dalam penelitian Molyadi Samuel adalah sebagai berikut:

———————————————————-
(Dikutip dari buku “Dokumen Pemalsuan Alkitab: Menyambut Kristenisasi Berwajah Islam” karya Molyadi Samuel AM., Victory Press Surabaya, Cetakan III,  hlm. 121-122).