JAKARTA – Sebanyak 100 orang masuk Islam di Masjid Al Kautsar Polda Metro Jaya sejak tahun 2008. Mulai dari pedagang asongan hingga anggota Polri, mereka membaca syahadat di masjid megah ini.

“Yang menjadi muallaf di masjid ini sejak diresmikan pada tahun 2008, ada 100 orang. Pekerjaannya macam-macam, ada yang penjual minuman di stasiun, ada yang pengusaha, dan ada juga yang anggota Polda di sini. Kalau anggota Polda ada sekitar 10 orang,” jelas Sekretaris Takmir Masjid Al-Kautsar, Suryadinata, Selasa (7/8/2012).

Alasan mereka memilih Islam pun beragam. Menurut cerita Suryadinata, beberapa di antaranya tertarik masuk Islam karena tersentuh saat mendengar suara azan, melihat orang muslim wudhu, dan ada juga karena kagum dengan keharusan melepas alas kaki ketika masuk masjid.

“Ada yang kagum dengan bagaimana kita harus melepas alas kaki kalau mau masuk masjid. Dia kagum dengan kebersihan rumah Allah. Lalu ada juga yang gara-gara dapat mimpi,” lanjutnya.

Suryadinata pun bercerita tentang seorang muallaf Tionghoa yang bersyahadat di Masjid Al-Kaustar bernama Yo Eng Wi dan kini berganti nama menjadi Rahmad Hidayatullah (40). Rahmad menjadi muallaf pada tahun 2009 karena bermimpi didatangi orang berjenggot dan mengajaknya masuk Islam. Kini Rahmad sudah mulai berdakwah bahkan sudah banyak mengajak orang lain masuk Islam.

“Dulu Rahmad adalah penjual minuman di stasiun, sekarang jualan CD. Rahmad sekarang sudah lancar membaca Al-Qur’an, berani azan, tampilannya sangat agamis, dan sudah biasa berceramah di masjid-masjid kantor. Bahkan dia mengajak orang-orang masuk Islam, termasuk keponakannya yang masuk Islam di masjid ini juga,” tutunya.

Setelah menjadi muallaf di Masjid Al Kautsar, pihak masjid akan memberi sedekah kepada mereka untuk membeli keperluan beribadah. Takmir masjid juga akan memberi alternatif pesantren-pesantren yang bisa menjadi tempat mereka menimba ilmu Islam. Suryadinata pun mengaku senang dan bangga ada banyak orang yang bersyahadaat di masjidnya.

“Biasanya kami memberi sedekah kepada mereka untuk membeli baju muslim atau buku-buku panduan ibadah. Kami senang dan bangga telah mengislamkan orang, apalagi kemudian mereka bisa berdakwah,” pungkas Suryadinata. [detik]