Posts from the ‘07.Apologi Islami’ Category

Menjawab Hujatan Penginjil Kristen Soal Babi Haram Cerai Halal

babi alkitab bibel kristen cerai

By: A. Ahmad Hizbullah MAG

Website: http://www.ahmad-hizbullah.com
SMS/Whatsapp: 08533.1050000 || BBM: 54B134C5 

Para penginjil Kristen merasa heran terhadap ajaran Islam yang mengharamkan babi tapi menghalalkan perceraian. Menurutnya, ajaran ini keliru, mestinya mengharamkan perceraian dan menghalalkan babi.

Dalam situs Kristen berkedok Islam (www.####islamdankaumwanita.com), tanpa menyebutkan referensi yang jelas, memulai dengan menuding dampak negatif syariat perceraian terhadap umat Islam di Indonesia. Menurutnya, tahun 2010, Indonesia yang notabene negara Muslim terbesar di dunia adalah negara dengan tingkat perceraian tertinggi, yaitu ratusan ribu perceraian setiap tahun.

Klaim ini adalah omong kosong besar. Justru berdasarkan statistik dunia, dari tahun ke tahun angka Perceraian di negara yang berbasis Kristen dan non Musim lebih tinggi daripada negara yang berbasis Muslim.

Situs resmi Gereja Sidang Jemaat Allah (gsja.org) merilis data pada tahun 2002, dari 28 negara yang memiliki tingkat perceraian tertinggi di dunia didominasi oleh negara-negara berbasis Kristen dan non Muslim. Susunan negara peringkat perceraian tertinggi di dunia adalah sbb: Swedia (54,9), Belarus (52,9), Finlandia (51,2), Luxembourg (47,4), Estonia (46,7), Estonia (46,7), Australia (46), United States (45,8), Denmark (44,5), Belgium (44), Austria (43,4), Czech Rep (43,3), Rusia (43,4), Inggris (42,6), Norwegia (40,4), Ukrania (40), Iceland (39,5), Jerman (39,4), Lithuania (38,9), Prancis (38,3), Belanda (38,3), Hungaria (37,5), Kanada (37), Latvia 34,4), Moldova (28,1), Slovakia (26,9), Portugal (26,2), Switzerland (25,5).

Baca lebih lanjut…

Menjawab Hujatan Penginjil terhadap Ramadhan (2): Kristen Miskin Tak Punya Syariat Puasa

puasa ramadhan islam kristen yesus

Tanpa data yang jelas, penginjil Kristen membanding-bandingkan puasa versi Islam dan Kristen dengan menuduh puasa Islam hanya menunda jam makan saja:

“Puasa Kristen dan Islam Berbeda. Tentang berpuasa, Islam dan Kristen mempunyai ajaran yang berbeda. Di antaranya: puasa dalam Islam sepertinya hanya “memindahkan jam makan” dari pagi-sore menjadi sore-subuh. Sedangkan dalam ajaran Kristen, puasa meliputi siang dan malam. Bahkan kadang berjalan beberapa hari tanpa makan.

Menuding puasa Ramadhan sebagai ajaran yang hanya memindahkan jam makan adalah kebohongan dan pembohongan penginjil Kristen. Karena Rasulullah SAW mengajarkan bahwa puasa tidak cukup hanya dengan menahan diri dari makan dan minum. Orang yang berpuasa juga dituntut untuk meninggalkan omongan kotor dan perbuatan dosa:

“Barang siapa yang tidak bisa meninggalkan omongan kotor atau perbuatan dosa, maka tidak ada gunanya (di hadapan) Allah ia meninggalkan lapar dan dahaganya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu, orang yang puasa Ramadhan juga harus meningkatkan amal shalih dan sedekah, seperti yang diteladankan Rasulullah SAW: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah SAW melebihi angin yang berhembus” (HR Bukhari).

Bila puasa dalam Islam telah diatur secara jelas dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi, sebaliknya Bibel tidak punya aturan yang jelas tentang amalan puasa.

Baca lebih lanjut…

Menjawab Hujatan Penginjil terhadap Ramadhan (1): Perintah Puasa Salah Ayat?

puasa islam kristen ramadhan yesusPada bulan Ramadhan, situs penginjil Kristen berkedok Islam merilis artikel pemurtadan dengan tema menohok puasa Ramadhan yang sedang dijalani umat Islam. Dalam artikel “Puasa: Taat Perintah Allah Atau Mengharap Pahala?” (www.###danislam.com), mereka menyoal syariat dan hikmah puasa. Mulanya, ia menggugat ayat Al-Qur’an yang mewajibkan puasa Ramadhan sebagai kekeliruan:

“Perintah Puasa di Al-Quran. Mengapa orang Islam wajib puasa di bulan Ramadhan? Inilah ayatnya, “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertakwa” (Qs Al-Baqarah 183).

Bila ayat di atas kita baca dengan teliti, maka timbul pertanyaan. Siapakah sebenarnya yang berbicara pada ayat tersebut? Benarkah Allah mewajibkan umat Muslim, Yahudi, dan Nasrani untuk berpuasa sesuai ayat: “…sebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu…” Bukankah puasa Ramadhan hanya diwajibkan bagi umat Muslim?”

Selanjutnya, sang penginjil menuduh puasa Islam hanya menunda jam makan saja: “Puasa dalam Islam sepertinya hanya “memindahkan jam makan” dari pagi-sore menjadi sore-subuh.”

Baca lebih lanjut…

Menjawab Hujatan Pendeta terhadap Puasa Ramadhan

PUASA Ramadhan adalah ibadah yang sangat penting dan istimewa, bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Maka tak heran jika kalangan Kristen pun menjadikan puasa Ramadhan  sebagai objek untuk melemahkan aqidah. Yayasan misionaris di Jakarta yang memakai nama Islam “Jalan Al-Rahmat,” menerbitkan buku saku (booklet) berjudul Apa yang Harus Kita Lakukan Supaya Pasti Selamat tulisan Iskandar Jadeed. Buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Sunda berjudul Naon Anu Kudu Dipilampah Ku Sim Kuring Sangkan Salamet oleh yayasan Bewara Kabagjaan Bandung.

Setelah menguraikan panjang-lebar tentang makna keselamatan dan pengampunan, Iskandar menyindir puasa sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tapi sama sekali tidak mendatangkan pengampunan (maghfirah) Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Iskandar menulis:

“Berpuasa adalah suatu bentuk merendahkan diri yang disertai penyesalan yang mendalam di dalam roh dan jiwa. Meskipun demikian tak mencukupi untuk meniadakan pemberontakan yang pernah dilancarkan terhadap Allah berkenaan dengan dosa-dosa yang pernah dibuatnya. Sebab itu berpuasa tidak melimpahkan suatu pengampunan ke atas orang yang berdosa itu.

Pengalaman menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa dengan tujuan meraih rahmat Allah, pada hakikatnya tidak melakukan sesuatupun pekerjaan bagi Allah atau sesama manusia. Bahkan tidak patut menerima imbalan bagi puasanya.” (hlm. 35).

…Iskandar Jadeed menyebut sama sekali tidak mendatangkan pengampunan (maghfirah) Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Menurutnya, satu-satunya cara untuk meraih keselamatan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai tuhan dan juruselamat…

Baca lebih lanjut…

Penginjil Menuduh Nabi Muhammad Menyontek Bibel, Padahal Ayat Bibel Diakui Palsu oleh Teolog Kristen

Untuk mengkristenkan umat Islam, para penginjil kembali merilis website kristenisasi berkedok Islam dengan alamat domain yang sangat menipu: wwAlkitab bibel palsuw.####quran.com. Tipuan ini disempurnakan dengan memajang slogan islami dua bahasa di headernya: “Read A Qur’an Day, La Tahriquu bal iqra’u al-Qur’an was-siirah wal-hadits!”

Dengan kedok Islam itulah mereka mengobral postingan yang seluruhnya melecehkan, menghujat, mengadili dan menodai Al-Qur’an dan Nabi Muhammad. Anehnya, penodaan agama ini dilakukan untuk mengagung-agungkan Yesus, Bibel dan doktrin Kristen. Dalam nama Yesus mereka membabi buta menghina agama lain demi misi kristenisasi.

Tidak jelas, teologi planet mana yang mereka anut, padahal Yesus dalam Injil mengajarkan bahwa Hukum Yang Terutama (the Great Commandment in the Law) setelah mengasihi Allah (bertauhid) adalah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (Matius 22:37-40).

Baca lebih lanjut…

Halusinasi Penginjil Kedar Ministry, Surganya Hanya di Angan-Angan

surga kristen yesus nerakaPARA PENGINJIL semakin vulgar menyatakan permusuhan terhadap umat Islam. Lembaga penginjilan Kedar Ministry terang-terangan menyatakan bahwa lembaga ini didirikan untuk mengkristenkan umat Islam. Dalam website muslim-murtad###.com dipaparkan misi dan visi sbb:

“Misi kami adalah menjangkau jiwa-jiwa muslim yang tersesat dan membuka mata nuraninya agar mereka tahu bahwa di dalam Islam tidak ada kepastian keselamatan, dan mengabarkan kabar sukacita karena ada Juruselamat yang menjamin 100% keselamatan adalah Tuhan Yesus Kristus/Isa Almasih.”

Dalam artikel “Mengapa Para Mukmin Gelisah Akan Kiamat?” penginjil Kedar Ministry berusaha memurtadkan umat Islam dengan tudingan bahwa dalam Islam tidak ada jaminan keselamatan. Tuduhan ini ditopang dengan asumsi bahwa umat Islam takut menghadapi hari Kiamat.

Baca lebih lanjut…

Jawaban untuk Penginjil Radikal: Doa kepada Yesus Tidak Maqbul Malah Bikin Dosa

Doa Yesus kristen salah tidak dijawabSEBUAH website Kristen berkedok Islam (www.######islam.com) berusaha melunturkan akidah Islam tentang doa. Ayat-ayat Al-Qur’an dirakit dengan ayat-ayat Bibel untuk menjustifikasi doktrin Kristen bahwa doa tidak terkabul tanpa mengimani doktrin kematian Yesus di tiang salib untuk menebus dosa.

Dalam artikel “Doa Islam Dan Kristen, Mana Diperhatikan Allah?” seorang admin yang tidak mencantumkan namanya, menjelaskan bahwa doa umat Islam tidak dikabulkan Allah sebelum menerima dan mengakui kematian Yesus di tiang salib sebagai penebus dosa manusia.

Tipuan pemurtadan salibis ini dimulai dengan kalimat yang indah, bahwa setiap orang tentu menginginkan doa-doa yang dinaikkannya mendapat jawaban dari Allah. Berakting bak ustadz motivator, ia mengutip Al-Qur’an surat Qaf 16 bahwa Allah itu sangat dekat dengan manusia, lebih dekat daripada urat leher manusia. Tak lupa dikutipnya surat Al-Baqarah 186 bahwa Allah menjamin akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepada-Nya.

Baca lebih lanjut…