Shalawat Global Cak Nun Kelewat Gombal

Menyoal Shalawat Buatan Emha Ainun Nadjib

::

Anda ingin tahu apa jadinya jika urusan ibadah dan akidah dioplos dengan kemusyrikan, kekafiran dan komoditi seni? Jawabannya ada dalam  “Shalawat Global” made in Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), budayawan asal Jombang, Jawa Timur.

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Teologi “Monyet” untuk Ketuhanan Trinitas

“Bagai menegakkan benang basah.” Pepatah ini layak disandang oleh para teolog yang membela doktrin Trinitas, bahwa Tuhan terdiri dari tiga oknum (pribadi) yang sezat, sehakikat dan senilai. Faktor utama kerapuhan doktrin Trinitas adalah tidak adanya dukungan ayat Bibel. Baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tak satu ayat pun yang mengandung doktrin Trinitas.

Polemik tentang Trinitas kembali mencuat dalam dialog Islam–Kristen di Aula Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan tema “Yesus Tuhan atau Manusia Biasa?” Untuk membela doktrin Trinitas, Pendeta Esra Alfred Soru, S.Th. (Dosen STII Kupang) tanpa malu-malu minta bantuan monyet (kera) sebagai bahan analogi untuk Tuhan Trinitas. Tuhan kok, disamakan dengan monyet! Tuhan cap opo iki rek?!

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Menjawab Kritikan Kristen terhadap Shaum

Shaum Ramadhan adalah ibadah yang sangat penting dan istimewa, bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Tetapi, kalangan Kristen menjadikan shaum Ramadhan  sebagai objek hujatan. Yayasan misionaris di Jakarta yang memakai nama Islam “Jalan Al-Rahmat,” menerbitkan buku saku (booklet) berjudul Apa yang Harus Kita Lakukan Supaya Pasti Selamat tulisan Iskandar Jadeed. Buku ini juga diterbitkan dalam bahasa Sunda berjudul Naon Anu Kudu Dipilampah Ku Sim Kuring Sangkan Salamet oleh yayasan Bewara Kabagjaan Bandung.

Iskandar menuding puasa sebagai ritual yang sama sekali tidak mendatangkan pengampunan (maghfirah) Ilahi bahkan tidak berarti sama sekali bagi Allah. Menurutnya, satu-satunya cara untuk meraih keselamatan adalah percaya kepada Yesus Kristus sebagai tuhan dan juruselamat.

Benarkah shaum adalah amalan yang sia-sia tak berarti? Kenapa para nabi sepanjang masa melakukan shaum? Apa saja fungsi shaum menurut kitab-kitab suci?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Rasulullah Menikah Secara Kristen di Gereja?

Misi yang diusung oleh para Pendeta Kristen dan misionaris JIL –kelompok jaringan liberal berkedok Islam– adalah menggugat Islam, kesucian Rasulullah, otentisitas Al-Qur’an wahyu Allah, validitas hadits Nabi, dan keagungan syariat Islam. Salah satu objek yang tak pernah surut dari hujatan para misionaris JIL dan penginjil Kristen adalah soal pernikahan Rasulullah SAW dengan Khadijah bintu Khuwailid.

Mohamad Guntur Romli, salah seorang punggawa JIL menuding Al-Qur’an sebagai kitab saduran yang menyunting (mengedit) keyakinan dan kitab suci Kristen, yang disesuaikan dengan kepentingan penyuntingnya. Salah satu kepentingannya adalah karena kedekatan Nabi Muhammad dengan Waraqah bin Naufal, seorang rahib Kristen Ebyon, yang memiliki jasa besar dalam menikahkannya dengan Khadijah.

Jauh sebelumnya, Pendeta Muhammad Nurdin dalam buku-buku kristenisasi berkedok Islam yang ditulisnya, menuding Rasulullah menikahi Khadijah, seorang wanita Kristen yang taat ke gereja. Prosesi pernikahan Muhammad dengan Khadijah dilangsungkan dengan tatacara ritual Kristen, di mana yang bertindak sebagai wali nikah adalah pastur besar bernama Romo Waraqah bin Naufal. Maka dalam khutbah nikah tersebut Romo Waraqah membacakan ayat-ayat Taurat dan Injil. Tak lupa, Romo Waraqah menghadiahkan kado nikah kepada Muhammad berupa sebuah Alkitab (Bibel). Setelah menikah, selama 15 tahun Muhammad kursus Alkitab (Bibel) bersama Khadijah. Atas dasar itulah, maka Nurdin menyimpulkan bahwa Muhammad pernah beribadah secara Kristen di gereja selama 15 tahun bersama Khadijah dan pamannya, Romo Waraqah bin Naufal.

Benarkah tuduhan pendeta Kristen dan misionaris JIL tersebut? Bagaimana bantahannya?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Al-Qur’an Dikorupsi 127 Ayat?

Para musuh Islam baik orien­talis Yahudi maupun Kristen yang ingin meruntuh­kan Islam, menjadikan Al-Qur’an sebagai sasaran tembak. Salah satu upaya yang mereka tempuh untuk meng­goyang keyakinan umat Islam terhadap orisinalitas Al-Qur’an adalah men­ciptakan ber­bagai kebohongan bahwa mushaf Al-Qur’an yang ada di tangan umat Islam saat ini tidak sama dengan Al-Qur’an yang diwahyukan Tuhan kepada Nabi Muhammad. Mereka menuding proses pem­bukuan Al-Qur’an oleh Khalifah Abu Bakar dan Utsman RA banyak mengalami kesalahan dan distorsi.

Luthfi Assyaukanie, sang liberalis berkedok Islam (kelompok JIL), dalam artikelnya menuduh Al-Qur’an surat Al-Ahzab yang ada saat ini tidak sesuai dengan Al-Qur’an yang diajarkan Nabi Muhammad, karena dikorupsi 127 ayat pada proses pembukuannya. Jauh sebelumnya, serangan itu sudah pernah dilontarkan oleh Robert Morey pada tahun 1992 dalam buku The Islamic Inva­sion.

Betapa kompaknya ocehan penginjil Kristen dan aktivis JIL itu, sangat cocok bagai cembul dapat tutupnya. Sama-sama menghujat, dan sama-sama tidak ilmiah. Bagaimana bantahan terhadap tuduhan ini?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Al-Qur’an Menyuruh Syirik kepada Jin?

Di Binjai beredar buku kesaksian Pendeta Muhammad Bambang SE STh, terbitan PLP Martua Agape Nias berjudul “Mengapa Saya Menjadi Orang Kristen (Islam Menjadi Kristen).” Dalam buku ini, Pendeta Bambang mengaku meninggalkan Islam karena Al-Qur’an surat Al-Jinn ayat 6 dan 16 mengajarkan syirik dengan meminta pertolongan kepada jin.

Benarkah tudingan pendet mantan muslim ini? Bagaimana cara menjawab tudingan ini sesuai akidah yang benar?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Trinitas Versus Asmaul Husna

Seorang evangelis menjelaskan kepada bahwa doktrin ketuhanan Trinitas itu sama dengan doktrin Asmaul Husna dalam aqidah Islam yang meyakini adanya 99 nama pribadi Allah. Jika doktrin Trinitas itu disebut musyrik (mempersekutukan Tuhan) karena meyakini tiga nama Tuhan, maka umat Islam lebih musyrik lagi karena meyakini adanya 99 oknum Tuhan yang disebut Asmaul Husna. Benarkah tuduhan Kristen ini? Jika tidak benar, bagaimana bantahannya?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Al-Qur’an Mengajarkan Trinitas?

Robert Paul Walean, seorang Kristen Advent merekayasa agama “Islam” palsu yang diberi nama Islam Hanif. Ajarannya itu dituangkan dalam buku “Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an dan Alkitab.” Salah satu inti agama palsunya, menyebutkan bahwa doktrin Trinitas Kristiani itu diajarkan dalam Al-Qur’an.

Benarkah Al-Qur’an mengajarkan doktrin Trinitas? Apa dan bagaimana kepalsuan ajaran Islam Hanif buatan jemaat Kristen Advent itu?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Sekte Kristen Yehovah Bantah Trinitas

Para penginjil sibuk menjustifikasi doktrin Trinitas berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah diputarbalikkan. Mereka hanya buang-buang energi saja, karena tidak semua aliran Kristen mengakui doktrin Trinitas.

Kalau doktrin Trinitas itu masih belum final, apakah ia buatan manusia ataukah ajaran ilahi? Apa saja aliran Kristen yang menolak Trinitas? Apa alasan mereka menolak Trinitas?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Bibel, Asli Ataukah Palsu?

Bambang Noorsena, pendiri Institute for Syriac Christian Studies –yang lebih dikenal dengan Kristen Ortotoks Syria– dan dosen di Universitas Kristen Cipta Wacana (UKCW) Malang,  menulis “Pandangan Al-Qur’an terhadap Taurat dan Injil.”

Dalam tulisan ini, Bambang Noorsena mati-matian menepis sinyalemen ayat-ayat Al-Qur’an tentang adanya pemalsuan dan kepalsuan kitab suci oleh Ahli Kitab. Menurutnya, pemalsuan Taurat dan Injil yang disinyalir oleh Al-Qur’an itu bukanlah pemalsuan tekstual ayat, melainkan pemalsuan konteks penafsiran ayat yang disebut tahrif ma’nawi.

Benarkah tuduhan Bambang Noorsena? Apakah kepalsuan Bibel itu terjadi secara tekstual ataukah kontekstual (ma’nawi)? Ataukah Bibel palsu secara tekstual sekaligus kontekstual?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

::

Betapa Naifnya Murtadin Urang Sunda

Nur Ilmi Amalia, seorang murtadin urang Sunda kelahiran 1981, membuat kesaksian rohani yang betul-betul naif, tidak ilmiah dan tidak amaliah. Wanita yang mengaku alumnus Madrasah Tsanawiyah dan SMEA Muhammadiyah Slipi Jakarta Barat ini, membuat selebaran itu ditujukan secara umum dan terbuka kepada semua orang yang non Kristen, yang menurutnya belum mengenal Yesus Kristus.

Dalam kesaksiannya, ia mengaku beralih meninggalkan Islam lalu memeluk Kristen,  karena Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk membenci, memusuhi, membunuh, serta melakukan perbuatan guna-guna dan pelet berdasarkan mantra ayat-ayat Al-Qur’an. Apakah tudingan ini benar ataukah omong kosong? Bagaimana bantahannya?

>>>>>[baca selengkapnya]<<<<<

Iklan