Pendeta Saifuddin Ibrahim: Murtadin yang Miskin Bahasa dan Buta Sejarah

By: A. Ahmad Hizbullah MAG
http://www.ahmad-hizbullah.com | SMS/Whatsapp: 08533.1050000 | BBM: 54B134C5

.

PENDETA SAIFUDDIN IBRAHIM getol menyebarkan misi penyesatan agar umat Islam mengikuti jejaknya, murtad meninggalkan Islam menjadi pemeluk Kristen. Pendeta kelahiran Bima-NSaifuddin IbrahimTB 26 Oktober 1965 itu merilis buku “Dialog Kristen–Islam” (Penerbit Amanat Agung Indonesia, Januari 2015).

Dalam Kata Pengantarnya pada alinea pertama, secara blak-blakan ia menantang bahwa buku ini ditulis dengan target khusus untuk umat Islam yang dia istilahkan sebagai “keturunan Ismael.”

Untuk menambah rasa percaya diri dalam meyakinkan pembaca, Pendeta Udin memamerkan sederet akademis sebelum menjadi pendeta: “Saya kuliah di Ushuluddin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), kuliah Bahasa Arab, komunikasi, kuliah di STT jurusan Theologi. Bahasa kedua saya adalah bahasa Arab” (hlm 5).

Hanya orang bodoh saja yang percaya kepada bualan Pendeta Udin. Karena dibandingkan sederet latar belakang akademis yang dipamerkan itu, seluruh atraksi teologis dalam buku ini penuh dengan kesalahan yang tidak bisa ditolerir.

Udin mengaku pernah kuliah Bahasa Arab dan mengaku bahwa Bahasa Arab adalah bahasa keduanya. Padahal Bahasa Arab yang dipamerkan dalam buku ini salah semua. Misalnya, ketika melecehkan syariat ibadah haji, Pendeta Udin menulis sebagai berikut:

“Naik haji hanya bagi yang mampu. Muhammad bersabda demikian, “Al-hajjum mabruurun laisa lahu illal jannah,” artinya: orang naik haji mabrur balasannya adalah surga.” Gak mampu ya gigit jari” (hlm. 10).

Weleh-weleh…. Dengan tulisan rendahan dan kacau balau seperti itu dia berani mengaku lulusan UMS yang menguasai Bahasa Arab? Umat Islam tidak semudah itu untuk dibohongi pendeta. Jangankan santri pesantren atau sarjana Islam, siswa Madrasah Ibtidaiyah (SD) saja dengan mudah menilai bahwa tulisan Pendeta Udin itu salah dan ngawur.

Kalau Pendeta Udin benar-benar sarjana Islam yang menguasai bahasa Arab, mestinya kutipan hadits itu adalah seperti ini:

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Haji yang mabrur tidak balasan baginya kecuali surga” (HR. Bukhari dan Muslim

Bila ditranselitrasikan, nas Arab yang benar dalam hadits itu adalah sebagai berikut: “Al-hajju al-mabruuru laisa lahu jazaa’un illa al-jannah” atau “Al-hajjul-mabruuru laisa lahu jazaa’un illal-jannah.”

Menulis kata “al-hajju” dengan “al-hajjum” jelas memamerkan kebodohan bahasa. Karena kata nakirah (yang diawali dengan al tidak bisa ditanwin). Menulis “al-mabruuru” dengan “mabruurun” juga mempertegas kebodohannya, karena struktur kata ini adalah sebagai “na’at” yang harus memakai “al” dan tidak ditanwin, mengikuti (tabi’) kepada man’ut.

Menghilangkan kata “jazaa’un” dalam hadits tersebut semakin menambah daftar kebodohan Pendeta Udin, karena membuat terjemah hadits menjadi pincang.

Pendeta Udin tak layak mengaku-ngaku sebagai orang yang bisa berbahasa Arab. Bahasa yang dipamerkan itu bukanlah bahasa Arab yang benar, tapi bahasa orang sarap!!

MURTADIN UDIN PENDETA PHP

Seluruh argumen kemurtadannya amatiran kelas awam, jauh dari nilai akademis seperti yang diklaimnya. Pendeta Udin memaparkan bahwa alasan pertama meninggalkan Islam adalah kewajiban shalat yang sangat memberatkan.

“Ibadahnya harus memakai bahasa Arab, yang tidak dimengerti oleh mereka sendiri. Mau praktik juga susah, orang Islam sendiri juga akan putus asa kalau mengikuti dengan taat. Mulai dari shalat? Orang Islam sendiri jarang yang shalat. Gak shalat masuk neraka, kalau shalat gak sempat… Dan ibadah yang paling sulit adalah shalat” (hlm. 9).

Alasan murtad dengan argumen shalat memberatkan sangat tidak ilmiah. Bagi umat Islam, shalat sama sekali tidak memberatkan bahkan menjadi identitas keimanan (An-Nisa 103) yang mengoneksikan diri kepada Allah (Qs Thaha 14) yang mencegah perbuatan keji dan munkar (Al-’Ankabut 45).

Rasulullah SAW menegaskan bahwa shalat adalah identitas keislaman, karena garis batas antara mukmin dan kafir: “Batas antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat” (HR Muslim).

Shalat adalah tiket ke surga Firdaus (Al-Mu’minun 9-11), dan sebaliknya orang yang tidak shalat pasti masuk neraka Saqar (Al-Muddatstsir 42-43).

Ibadah shalat yang dilakukan kaum Muslimin adalah salah satu kehebatan Islam yang tidak dimiliki Kristen. Dengan mudah umat Islam bisa beribadah shalat meneladani tuntunan Nabi Muhammad SAW, karena ritualnya ditentukan secara tauqify baik gerakan, bacaan maupun syarat dan rukunnya.

Hal ini berbeda dengan umat Kristen yang tidak punya pegangan ibadah yang sesuai dengan teladan Yesus Kristus. Karena Alkitab (Bibel) baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama, sama sekali tidak mencatat ritual ibadah Yesus secara detil.

Akibatnya, Pendeta Udin dan umat Kristen lainnya merekayasa sendiri ritual ibadah. Misalnya, merayakan Natal tanggal 25 Desember untuk memperingati kelahiran Yesus yang mereka anggap sebagai tuhan (hari ulang tahun kelahiran tuhan), padahal Bibel tidak pernah menyatakan Yesus lahir tanggal 25 Desember.

Dengan beribadah mengikuti Nabi Muhammad SAW, sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, layak bila umat Islam mengharap ridha Allah dan surga-Nya.

Sementara Pendeta Udin yang mengklaim sebagai pengikut Yesus tapi tidak bisa beribadah sesuai tuntunan Yesus, berani mengklaim dirinya pasti masuk surga? Al-Qur’an surat Al-Baqarah 111 menyebut surga orang seperti ini sebagai angan-angan kosong belaka (tilka amaniyyuhum).

Dengan kata lain, orang seperti Pendeta Udin ini adalah kaum php (pengobral harapan palsu)!!!

PENDETA UDIN BUTA SEJARAH

Murtadin yang memiliki nama baptis Saifuddin Abraham ini menuduh Al-Qur’an penuh dengan kontradiksi (pertentangan) ayat yang tidak bisa dijawab oleh para ulama maupun ahli tafsir Al-Qur’an. Ayat yang dituduh kontradiksi dengan sejarah itu adalah sebagai berikut:

“Al-Qur’an mengandung cacat sejarah, geografis, doktrin bahkan secara gramatikal dan sebagainya. Contoh Al-Qur’an melakukan kesalahan fatal, mengatakan Maryam itu ibu Yesus adalah Miryam saudara Harun, yaitu kakaknya Musa. Padahal masa antara harun dan Yesus itu 1.500 tahun… Al-Qur’an melakukan kesalahan fatal dengan menyebut Miryam saudara Harun tertukar dalam Al-Qur’an adalah Maryam ibu Yesus Kristus” (hlm. 21).

Asal tuduh, Pendeta Udin sama sekali tidak menyebut ayat Al-Qur’an yang dimaksud. Tapi biarlah, penulis sudah hafal ayat yang dituduhkan, karena tuduhan ini sudah usang dan terlalu sering penulis dengar. Ayat yang dituduh keliru itu adalah sebagai berikut:

“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina” (Qs. Maryam 27-28).

Para pendeta menganggap julukan/panggilan “Ya Ukhta Harun” (wahai saudara perempuan Harun) kepada Maryam adalah kesalahan fatal, karena jarak antara Maryam dengan Harun terpaut sekitar 1.500 tahun.

Dalam kitab-kitab tafsir terdapat beberapa pendapat tentang siapa Harun yang dimaksud dalam surat Maryam 28. Tafsir Al-Qurthubi merinci ada lima pendapat, dan yang paling kuat adalah pendapat Qatadah, bahwa pada waktu itu di kalangan bani Israel ada seorang abid (rahib) yang bernama Harun. Karena Maryam juga seorang abid (rahib) yang taat beribadah, maka dia biasa dipanggil sebagai “saudara Harun.” Jadi, kalimat “Ya Ukhta Harun” pada surat Maryam itu berarti “Ya hadzihil mar’atus-shalihah.” Pendapat yang kelima ini disepakati oleh tafsir Qurthubi, Ibnu Katsir dan Al-Jalalain.

Hal ini pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW. Beliau balik bertanya kepada penanya, “Apakah dia tidak mengetahui bahwa Bani Israil biasa menamakan anak-anak mereka menurut nama nabi-nabi dan wali-wali mereka?” (Ruhul-Bayan, jilid 6 hlm 16; Tafsir Ibnu Jarir, jilid 16 hlm 52).

Dalam tradisi semitik, sebutan anak (Arab=bin, Ibrani=ben), ibu (Arab=umm, Ibrani=ém) dan saudara (Arab=akhun, Ibrani=akh) tidak selamanya bermakna hakiki. Kata-kata ini sering dipakai dalam arti luas yang bermakna metafora (kiasan).

Dalam belasan ayat Bibel, Yesus disebut sebagai “Anak Daud” (Matius 1:1, 9:27, 21:9, 15:22, 20:30-31, 21:15, 22:42, Markus 10:47-48, 12:35, Lukas 18:38-39, 20:41), anak Daud adalah Nabi Sulaiman, bukan Yesus. Selain itu,  jarak waktu antara Yesus dengan Daud berselang 750 tahun dan Yesus tidak punya ayah kandung.

Julukan seseorang yang shalih biasa dinisbatkan kepada leluhurnya yang terkenal keshalihannya. Jika Nabi Isa boleh disebut sebagai anak Daud karena sama-sama shalih, maka Maryam pun boleh disebut sebagai “anak Musa,” karena keduanya satu jalur silsilah dan sama-sama shalih. Karena Nabi Musa punya saudara bernama Harun, maka otomatis Maryam boleh disebut “saudara perempuan Harun” dalam arti metafora, bukan denotatif.[]

Menjawab Pelesetan Penginjil: Islam Agama “Babi Haram Babu Halal?”

Kristen Alkitab Bibel babi lilinBy: A Ahmad Hizbullah MAG

Para penginjil Kristen sering melecehkan Islam dengan pelesetan “agama babi haram babu halal.” Menurut mereka, syariat Islam ini bertolak belakang dengan Kristen yang mengajarkan “babi halal babu haram.”

Baca lebih lanjut…

Kitab Sucinya Porno, Pendetanya Cabul: LaTascha Emanuel Berkhotbah Sambil Pamer Payudara

LaTascha Emanuel pendeta kristen cabul pornoNORTH CAROLINA – Kitab sucinya porno, pendetanya tak kalah cabulnya. Pendeta wanita LaTascha Emanuel menciptakan metode baru menyebarkan kekristenan yang lebih menarik, dengan cara menyampaikan khutbah sambil memamerkan -maaf- puting payudaranya kepada jemaat.

LaTascha adalah wanita keturunan campuran Afrika-Amerika yang juga menjabat posisi penting di pemerintahan Fayetteville, North Carolina mendadak jadi percaturan di gereja. Bukan karena materi khutbah yang menginspirasi, tapi karena penampilan yang tak lazim saat khutbah, yaitu khutbah sambil memamerkan payudaranya.

Baca lebih lanjut…

Valentine’s Day: Oplosan Agama Berhala, Kristenisasi dan Tradisi Kemesuman

By: Ahmad Hizbullah MAG [www.ahmad-hizbullah.com]

valentine murtad kristenisasi kemesuman

Semua orang tahu, terutama kaula muda, tanggal 14 Februari adalah perayaan hari Valentine (Valentine’s Day). Hari ini menjadi simbol pencurahan kasih sayang yang dikaitkan dengan kegiatan simbolis, seperti memberi bunga, cokelat, kencan, dan sebagainya. Sama seperti negeri asalnya, Barat, hari Valentine  diasosiasikan dengan saling bertukar “pernyataan cinta romantis.”

Sejarah perayaan ini berawal dari perayaan Lupercalia (Feast of Lupercalia) dalam ritual paganisme (kafir penyembah dewa) pada jaman kerajaan Romawi. Perayaan Lupercalia adalah sebuah festival budaya Romawi Kuno untuk membersihkan roh jahat dengan menyembah Lupercus yang diyakini sebagai Dewa Kesuburan. Perayaan ini diadakan pada tanggal 13 sampai 15 Februari setiap tahunnya. Pada tanggal 13-14 Februari mereka memuja Dewi Juno, ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’

Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas lalu digulung dan dimasukkan ke dalam botol untuk diundi (dilotre). Para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Perayaan dewa kesuburan pun berujung pada perayaan penuh nafsu seksual.

Festival ini diawali dengan pengorbanan dua kambing jantan dan seekor anjing oleh Luperci (pendeta kuil Lupercus). Lalu dua Luperci muda menuju ke altar untuk dilumuri darah persembahan di telapak tangannya. Setelah itu mereka diharuskan tersenyum dan tertawa. Luperci menguliti dua kambing persembahan dan membuatnya menjadi jubah, meniru Lupercus. Keduanya lalu lari mengelilingi tembok kota Palatine menurut petunjuk dari batu yang disusun. Gadis dan wanita muda akan berbaris di sepanjang rute tersebut untuk mendapatkan sentuhan dari Luperci yang berlumuran darah persembahan. Ini ditujukan untuk menjamin kesuburan, mencegah kemandulan dan kemudahan dalam proses kelahiran.

 …Kisah para Santo Valentine semuanya mati tragis, tak ada unsur romantismenya sama sekali. Mereka semua dieksekusi mati karena mempertahankan doktrin Ketuhanan Yesus…

VALENTINE: OPLOSAN AGAMA BERHALA DAN KRISTENISASI

Lupercalia dirayakan terakhir pada pemerintahan Anastasius I pada 491-581 M. Ketika Katolik berkembang di Roma, para pastor tidak melawan Lupercalia, tapi mengadopsinya untuk meneguhkan kekristenan dengan memasukkan nuansa kristiani dalam ritual paganisme. Dengan dukungan Kaisar Konstantin, Paus Gregory I merubah nama-nama dewa pagan dengan mitos martir kristiani, yaitu Santo Valentinus.

Pada tahun 496 M, secara resmi Paus Gelasius I menjadikan tanggal 14 Februari sebagai hari raya untuk menghormati martir Santo Valentine dengan nama Saint Valentine’s Day.

Dalam martirologi Katolik Kuno, konon ada tiga St Valentine berbeda, yang pesta ulang tahun kematiannya sama-sama dirayakan pada tanggal 14 Februari.

Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908) menyebut nama Valentinus paling tidak merujuk pada salah satu dari tiga martir atau santo (orang yang dianggap suci) yang hidup pada yang hidup pada akhir abad ke-3 pemerintahan Kaisar Romawi Claudius II. Uniknya, kisah kedua martir tersebut tidaklah romantis sama sekali, yaitu:

  1. Valentine of Rome, yaitu seorang pastur di  Roma yang tewas dibunuh pada tahun 269 M. Konon, jenazahnya kemudian dikubur di Via Flaminia dan reliknya berada di Gereja Saint Praxed di Roma.
  2. Valentine of Terni, yaitu seorang uskup Interamna (sekarang Terni, terletak sekitar 60 mil dari Roma). Atas perintah Prefek Placidus, ia ditangkap, didera, dan dipenggal kepalanya pada tahun 197 M, dalam masa penganiayaan Kaisar Claudius II. Konon, ia juga dikubur di Via Flaminia, dan reliknya terdapat di Basilica Santa Valentine di Terni.
  3. Valentine of Africa, seorang pastur yang menjadi martir bersama beberapa pendampingnya di provinsi Romawi Africa. Tetapi, tidak banyak yang diketahui mengenai santo ini. Pada intinya, ketiga orang kudus ini, yang semuanya bernama Valentine, menunjukkan kasih yang gagah berani bagi Tuhan dan Gereja-Nya.

Ketiga orang itu semuanya mati dieksekusi dengan alasan yang sama, yaitu mempertahankan doktrin Ketuhanan Yesus saat diancam untuk berpindah ke agama Pagan Romawi Kuno.

Jadi, latar belakang Hari Valentine sama sekali tidak ada kejadian atau cerita tentang romantisme atau kasih sayang dalam kisah-kisah tentang ketiga orang di atas. Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis juga tidak ada sama sekali. Justru yang ada hanyalah kisah kematian tragis yang tidak ada romantis-romantisnya sama sekali.

Di kemudian hari, Paus Gelasius I membongkar kepalsuan mitos Santo Valentine. Ia menegaskan, sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini. Namun tanggal 14 Februari tetap dijadikan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus, semata-mata untuk mengungguli popularitas hari raya Lupercalia pada tanggal yang sama.

Menyadari kekeliruan yang telah dilakukan para Paus terdahulu, maka hari raya Valentine dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969, dengan alasan untuk menghapus daftar para santo yang asal-muasalnya dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun karena sudah mendarah daging selama berabad-abad pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

 …Di hari Valentine banyak umat Islam yang latah mengucapkan “Be Valentine” atau “Be My Valentine.” Ungkapan ini berarti ajakan untuk menjadi martir pembela doktrin Kristen tentang Ketuhanan Yesus, Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Padahal semua doktrin ini sudah jelas kekafirannya dan bertentangan dengan aqidah Islam…

BE VALENTIN, BE MURTADIN!!

Di hari Valentine banyak umat Islam yang latah mengucapkan selamat Valentine kepada orang yang dikasihi dan dicintainya. Ungkapan yang paling populer adalah “Be Valentine” atau “Be My Valentine.”

Jika memahami asal-usul Valentine’s Day, maka ungkapan ini berarti ajakan untuk menjadi martir pembela doktrin Kristen tentang Ketuhanan Yesus, Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Padahal semua doktrin ini sudah jelas kekafirannya dan bertentangan dengan aqidah Islam. Rasulullah SAW memperingatkan tindakan ini bisa menyebabkan kekafiran:

“Barang siapa yang meniru suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu” (HR Tirmidzi).

 …Merayakan Valentine’s Day berarti melestarikan tradisi mesum orang-orang kafir kuno dalam ritual Lupercalia. Sekali merayakan Hari Valentine, kita terjerumus pada kemurtadan akidah dan kemaksiatan….

RAYAKAN VALENTINE, KEMBALI KE ZAMAN BERHALA

Umat Kristen di Yerusalem, Lebanon, Syiria, Rusia dan agama Nasrani dari non-Barat tak pernah mengadakan misa Valentine, dan tak pernah memiliki kalender religius untuk Santo Valentine.

Pihak Katolik sendiri, yang semula mencetuskan hari raya Valentine, telah menghapusnya dari kalender gerejawi sejak tahun 1969. Saat ini, Gereja Katolik menjadikan 14 Februari sebagai hari Peringatan Wajib (Memoria Obligatoria) untuk Santo Metodius dan Santo Sirilus. Sedangkan hari Santo Valentinus tidak lagi dimasukkan dalam  Calendarium Sanctorale (Kalender Liturgi). Sejak pembaharuan liturgi tahun 1969, St. Valentinus tidak lagi dimasukkan namanya ke dalam Kalender Liturgi Gereja Universal.

Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)  juga tidak memasukkan nama Santo Valentinus ke dalam Kalender Liturgi yang berlaku lokal di Indonesia.

Romo Franz Magnis Suseno, Pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (STF Driyarkara) mengaku  tidak mengetahui Valentine Day sebagai Hari Kasih Sayang. Sebab di dalam Katolik pun tak mengenal Valentine Day, hanya sekedar mempromosikan barang dagangan. Jutaan bahkan milyaran orang merayakan Valentine tiap tahunnya. Milyaran mawar dipetik, puluhan juta kilogram coklat didistribusikan dan jutaan kartu ucapan dibuat.

“Valentine Day hanya sebagai ajang kapitalis bisnis untuk melakukan keuntungan dari perayaan itu,” kecamnya.

Jika Katolik yang mencetuskan Hari Valentine sudah menyadari kekeliruannya, maka sangat memalukan bila ada umat Islam yang masih latah merayakannya. Tanpa sadar mereka mengulangi kebodohan orang-orang kafir berabad-abad yang lalu.

Yang paling menjijikkan, kalangan muda-mudi kerap memaknai Valentine’s Day secara berlebihan dan salah kaprah, khususnya dalam hal berpacaran. Akibatnya hari ini kerap terjadi hubungan perzinaan alias kumpul kebo yang dianggap sebagai bagian dari kasih sayang.

Tanpa disadari, mereka melestarikan tradisi mesum orang-orang kafir kuno dalam ritual Lupercalia. Padahal Allah SWT telah melarang keras segala perbuatan yang mendekati perzinaan: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Qs Al-Isra 32).

Sekali merayakan Hari Valentine, kita terjerumus pada kemurtadan akidah dan kemaksiatan. []

[Pernah dimuat di Tabloid Suara Islam edisi 152, hlm 10]

Mukjizat Isra’ Mi’raj Vs Doktrin Kenaikan Yesus Kristus (Menjawab Tuduhan Penginjil)

Isra miraj kenaikan isa almasihDalam ajaran Islam, Isra’ Mi’raj adalah mukjizat dan peristiwa penting yang dialami oleh Rasulullah SAW. Salah satu buah dari Isra’ Mi’raj adalah perintah shalat 5 waktu. Sebaliknya, Kenaikan Yesus ke Surga adalah doktrin yang mahapenting dalam ajaran Kristen, karena diyakini satu paket dengan doktrin penyaliban dan kebangkitan Yesus untuk menebus dosa manusia.

Di Indonesia, kedua momen itu diperingati setiap tahun sebagai hari libur nasional. Tahun 2014 ini, Isra’ Mi’raj dan Kenaikan Yesus itu bertepatan pada hari yang berdekatan pada pekan terakhir bulan Mei.

Dalam artikel “Perjalanan Nabi Allah ke Sorga” di situs http://www.####danislam, para penginjil Kristen membandingkan peristiwa Isra’ Mi’raj dan Kenaikan Yesus ke Surga dengan cara yang culas dan tidak fair.

Baca lebih lanjut…

Ribuan Al-Qur’an Gratis akan Dibagikan di Piala Dunia 2014

piala dunia islam quran brazilBRASIL – Kementerian Wakaf Kuwait mengatakan pihaknya akan membagikan 250.000 eksemplar Al-Qur’an gratis dalam terjemahan beberapa bahasa yang berbeda di Brasil selama Piala Dunia FIFA 2014 musim panas ini, lapor World Bulettin pada Sabtu (24/5/2014).

Harian Kuwait melaporkan bahwa Dewan Kementerian Qur’an, yang dikenal sebagai Al-Qabas, memperkirakan pendistribusian Al-Qur’an dalam bahasa Spanyol, Portugis, Inggris dan Perancis tersebut akan dilakukan di hotel, stadion dan berbagai tempat umum lainnya.

Baca lebih lanjut…

Isa Muslim Vs Yesus Kristen: Apakah Isa dalam Al-Qur’an Sama dengan Yesus dalam Bibel?

Yesus Muslim Islam KristenPara penginjil Kristen sangat terusik misinya terhadap nas-nas Al-Qur’an yang mengungkap kebatilan doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Dalam booklet penginjilan berjudul “Apakah Isa Muslim Adalah Yesus di Alkitab?” penginjil yang memakai nama alias Abdul-Masih menciptakan istilah baru “Isa Muslim” (Nabi Isa menurut Al-Qur’an) dan Yesus Kristen (Yesus menurut Bibel).

Dalam buku 81 halaman yang diklaim “disadur & disusun oleh hamba-hamba tuhan ex-muslim” ini, ia berjibaku menolak vonis Al-Qur’an tentang kebatilan doktrin ketuhanan Yesus dengan dua jurus. Ia menampik tuduhan dengan mengklaim bahwa sosok Nabi Isa dalam Al-Qur’an berbeda dengan Yesus yang diceritakan dalam Alkitab (Bibel). Demikian Kutipannya:

“Quran mengklaim bahwa ia diwahyukan kepada Muhammad oleh malaikat Jibril mulai di sebuah gua; tetapi gambaran Yesus yang dipresentasikan oleh Quran berbeda secara radikal dengan pesan Gabriel kepada perawan Maria dalam Injil. Hal ini menunjukkan bahwa malaikat Jibril yang mewahyukan Quran kepada Muhammad, bukanlah malaikat Gabriel yang ada dalam kitab suci Yahudi-Kristen. Baca lebih lanjut…

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 203 pengikut lainnya.